DPR Belum Terima Surat Pergantian Keseluruhan Fraksi Golkar
Kamis, 07 Januari 2016 - 15:10 WIB
DPR Belum Terima Surat Pergantian Keseluruhan Fraksi Golkar
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini belum menerima surat pergantian Fraksi Partai Golkar secara keseluruhan.
Pemimpin DPR, kata dia, hanya menerima surat pergantian Ade Komarudin yang akan menjadi Ketua DPR dan Setya Novanto menggantikan posisi Ade sebagai Ketua Fraksi Golkar.
"Yang dulu sudah kita bacakan (surat pergantian Ade jadi Ketua DPR) di paripurna, dan sudah juga ditetapkan bahwa nanti tanggal 11 Januari 2015 Ade akan dilantik pada saat pembukaan masa sidang," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/1/2015).
Meskipun surat terkait perombakan beberapa pengurus inti di Fraksi Golkar sudah beredar, politikus Partai Demokrat itu mengaku belum menerima surat tersebut.
"Belum, jadi sekretariat juga belum melaporkan. Di meja saya juga belum ada surat yang dimaksud tersebut," ucap Agus.
Menurut Agus, pergantian komposisi Fraksi di DPR seluruhnya adalah kewenangan dari partai politik yang bersangkutan. Mekanismenya, parpol dengan kepanjangan tangannya yaitu fraksi mengajukan kepada pemimpin dewan jika ada perombakan.
Setelah itu pemimpin DPR akan menyampaikan hal tersebut dalam sidang paripurna untuk dapat disetujui. Sehingga yang mempunyai kompetensi dan mempunyai kewenangan untuk mengganti personelnya di DPR yakni parpol itu sendiri.
"Kalau pimpinan dewan tentunya dengan dilaksanakan secara administratif, yaitu menerima, disampaikan dalam paripurna setelah disetujui itu diketok," tandas Agus.
PILIHAN:
Isu Reshuffle Pertengahan Januari, Mensos: Kita Adem-adem Saja
Ruhut Rasa Tak Mungkin PDIP-KMP Bentuk Koalisi Baru
Pemimpin DPR, kata dia, hanya menerima surat pergantian Ade Komarudin yang akan menjadi Ketua DPR dan Setya Novanto menggantikan posisi Ade sebagai Ketua Fraksi Golkar.
"Yang dulu sudah kita bacakan (surat pergantian Ade jadi Ketua DPR) di paripurna, dan sudah juga ditetapkan bahwa nanti tanggal 11 Januari 2015 Ade akan dilantik pada saat pembukaan masa sidang," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/1/2015).
Meskipun surat terkait perombakan beberapa pengurus inti di Fraksi Golkar sudah beredar, politikus Partai Demokrat itu mengaku belum menerima surat tersebut.
"Belum, jadi sekretariat juga belum melaporkan. Di meja saya juga belum ada surat yang dimaksud tersebut," ucap Agus.
Menurut Agus, pergantian komposisi Fraksi di DPR seluruhnya adalah kewenangan dari partai politik yang bersangkutan. Mekanismenya, parpol dengan kepanjangan tangannya yaitu fraksi mengajukan kepada pemimpin dewan jika ada perombakan.
Setelah itu pemimpin DPR akan menyampaikan hal tersebut dalam sidang paripurna untuk dapat disetujui. Sehingga yang mempunyai kompetensi dan mempunyai kewenangan untuk mengganti personelnya di DPR yakni parpol itu sendiri.
"Kalau pimpinan dewan tentunya dengan dilaksanakan secara administratif, yaitu menerima, disampaikan dalam paripurna setelah disetujui itu diketok," tandas Agus.
PILIHAN:
Isu Reshuffle Pertengahan Januari, Mensos: Kita Adem-adem Saja
Ruhut Rasa Tak Mungkin PDIP-KMP Bentuk Koalisi Baru
(kri)