Kemhan Siapkan Kurikulum Bela Negara untuk PAUD

Rabu, 06 Januari 2016 - 13:48 WIB
Kemhan Siapkan Kurikulum...
Kemhan Siapkan Kurikulum Bela Negara untuk PAUD
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan kurikulum bela negara untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Termasuk, untuk siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Saat ini, proses perumusan kurikulum tersebut sudah mencapai 85%.

"Kurikulum sudah 85%, saya akan bertemu dengan Kemendikbud dan Dikti, terutama Dikbud, saya ditunggu minggu depan usai pulang dari Aceh, saya akan bertemu Sekjen Kemendikbud, Dikti Ristek kemudian Kemendagri dan Kemensos, Sekjen Kementerian Desa Tertinggal untuk menentukan bagaimana kurikulumnya," ujar Kabadiklat Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin saat menandatangani kesepakatan pelatihan bela negara dengan Presiden Direktur PT Perta Arun Gas (PAG) Aceh, Teukur Khaidir di Kantor Badiklat Kemhan, Jakarta, Rabu (06/01/2016).

Untuk siswa PAUD, kata Hartind, pihaknya akan bekerja sama dengan Komisi Pemberdayaan Anak (KPA). Menurut dia, ada lima nilai dasar yang ingin ditanamkan kepada mereka yakni, cinta Tanah Air, rela berkorban, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin dengan ideologi Pancasila dan UUD 45 serta Bhinneka Tunggal Ika.

"Kita tertinggal jauh dengan Singapura. Di Singapura ada museum militer, discovery center ini inspirasi saya. Anak TK nanti dibawa ke sana berbaris menonton discovery center, tidak perlu diajari cukup menonton anak-anak kan visual. Waktu itu digambarkan bagaimana Singapura diserang, kemudian diperlihatkan alutsista buatan Singapura sehingga anak-anak bangga dengan tentaranya," ujarnya.

Selain itu, anak-anak juga diajarkan dengan metode menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, Indonesia Raya dan sebagainya. Menonton film pahlawan seperti, film Jenderal Besar Sudirman, Bung Karno, termasuk dilatih perang-perangan.

"Metode untuk anak-anak kan main-main, main perang-perangan. Metode itu sedang saya pelajari untuk mencapai lima nilai tadi. Rencana saya nanti ada bulan bela negara, dimana setiap bulan pada hari Jumat selama dua jam katakanlah mulai sekitar pukul 07.00-09.00 wib atau sekitar 1,5 jam anak-anak mengikuti hari bela negara untuk PAUD," jelasnya.

Pendidikan bela negara pada anak-anak PAUD sangat baik. Presiden Obama cara menumbuhkan nasionalisme kepada generasi penerusnya dengan cara mendatangi dan mengajak anak-anak TK untuk camping di Gedung Putih.

"Anak kecil ditanamkan kebanggaan kepada negaranya. Makanya kita sasar anak PAUD karena anak usia dini 5-9 tahun itu long term memory nya sangat bagus. Kemarin sudah dicoba sehari anak-anak diminta menggambar bendera Merah Putih, pulau-pulau di Indonesia," ucapnya.

Hartind menargetkan, kurikulum untuk PAUD ini bisa diterapkan pada semester dua setelah bertemu dengan para sekjen kementerian tersebut. "Kita akan adjustment dengan Kurikulum 2013, sebab sekarang masih mencocokan," ucapnya.

Hartind menyebutkan, ada tiga sasaran yang ingin dicapai dalam program bela negara yakni, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan dan lingkungan permukiman. "Memang yang paling besar presentasi jumlah masyarakat Indonesia ini ada di lingkungan pendidikan mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi. Kalau target kita 100 juta maka 50 juta ada di situ selama sepuluh tahun ke depan," ujarnya.

Menurut Hartind, kurikulum yang dibuat tersebut akan dimasukkan ke dalam kurikulum Kemendikbud mulai dari PAUD sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Begitu juga dengan perguruan tinggi.

"Sebenarnya kurikulum sudah ada mulai SD-SMA namanya wawasan kebangsaan dan agama, tapi kami akan lihat dari pertahanan negara, tinggal di adjustment saja. Kalau PAUD belum ada," katanya.

Dengan adanya pembahasan bersama dengan kementerian tersebut, tambah Hartind, pihaknya akan melakukan peyesuaian dengan kurikulum yang sudah ada.

"Unsur-unsur pertahanan negara yang belum masuk, contohnya sistem pertahanan semesta (Sishanta), kepemimpinan berkarakter. Contoh lainnya yang belum ada dalam kurikulum adalah intelijen dasar atau Badan Pengumpul Keterangan (Babulket)," pungkas Hastrin.

PILIHAN:
Dikritik, Jokowi Malah Anggap Yuddy Chrisnandi Kreatif

Gantung Status Golkar, Ini Penjelasan Menkumham
(kri)
Berita Terkait
Pengamat Hukum Ini Berikan...
Pengamat Hukum Ini Berikan Rumus Jitu Menjalankan Bela Negara
Gelar Munas ke-10, FKPPI...
Gelar Munas ke-10, FKPPI Siap Perkokoh Bela Negara
Cara Indonesia Re Tanamkan...
Cara Indonesia Re Tanamkan Nilai AKHLAK bagi Generasi Milenial
Surveyor Gelar Pelatihan...
Surveyor Gelar Pelatihan Bela Negara di Bogor
Kemhan Dorong Kementerian...
Kemhan Dorong Kementerian dan Lembaga Perkuat Program Bela Negara
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri,...
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri, Prabowo: Milenial Juga Wajib Bela Negara
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved