PKS Yakin Jokowi Tepat Pilih Menteri di Reshuffle Jilid II
Senin, 28 Desember 2015 - 17:34 WIB
PKS Yakin Jokowi Tepat Pilih Menteri di Reshuffle Jilid II
A
A
A
JAKARTA - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya menghormati pilihan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika ingin melakukan reshuffle atau perombakan menteri.
Kendati demikian, Hidayat merasa perlu mengingatkan janji Jokowi saat kampanye. Ketika itu kata dia, Jokowi menyatakan akan menyusun kabinet berdasarkan kabinet ahli bukan kabinet transaksional.
"Reshuffle pertama, nuansa transaksionalnya masih terasa karena yang diangkat adalah orang-orang yang menjadi timsesnya (tim sukses)," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Wakil Ketua MPR itu yakin, pada reshuffle jilid II Jokowi akan melaksanakan komitmennya menghadirkan kabinet ahli dan betul-betul profesionalitas bukan transaksionalitas.
"Kalau itu dilakukan maka dihadirkan menteri-menteri yang lebih baik dibandingkan yang diganti. Lebih produktif dan sesuai dengan visi misi Pak Jokowi dan melaksanakan janji Pak Jokowi," tegas Hidayat.
Mantan Presiden PKS itu tak menampik jika banyak orang profesional di partai politik (parpol). Maka apabila memang Jokowi ingin menunjuk orang partai haruslah yang memiliki kapasitas pada bidangnya.
"Bukan berarti meninggalkan parpol, karena di dalam parpol banyak yang profesional. Kalau ambil dari parpol, ambilah yang profesional bukan karena transaksional," tandas Hidayat.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
Kendati demikian, Hidayat merasa perlu mengingatkan janji Jokowi saat kampanye. Ketika itu kata dia, Jokowi menyatakan akan menyusun kabinet berdasarkan kabinet ahli bukan kabinet transaksional.
"Reshuffle pertama, nuansa transaksionalnya masih terasa karena yang diangkat adalah orang-orang yang menjadi timsesnya (tim sukses)," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Wakil Ketua MPR itu yakin, pada reshuffle jilid II Jokowi akan melaksanakan komitmennya menghadirkan kabinet ahli dan betul-betul profesionalitas bukan transaksionalitas.
"Kalau itu dilakukan maka dihadirkan menteri-menteri yang lebih baik dibandingkan yang diganti. Lebih produktif dan sesuai dengan visi misi Pak Jokowi dan melaksanakan janji Pak Jokowi," tegas Hidayat.
Mantan Presiden PKS itu tak menampik jika banyak orang profesional di partai politik (parpol). Maka apabila memang Jokowi ingin menunjuk orang partai haruslah yang memiliki kapasitas pada bidangnya.
"Bukan berarti meninggalkan parpol, karena di dalam parpol banyak yang profesional. Kalau ambil dari parpol, ambilah yang profesional bukan karena transaksional," tandas Hidayat.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
(maf)