Pencatutan Nama Jokowi-JK Momentum Evaluasi PT Freeport

Rabu, 18 November 2015 - 19:14 WIB
Pencatutan Nama Jokowi-JK...
Pencatutan Nama Jokowi-JK Momentum Evaluasi PT Freeport
A A A
JAKARTA - Kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai menjadi momentum untuk mengevaluasi keberadaan PT Freeport Indonesia.

Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menilai evaluasi menyangkut hitungan keuntungan yang bisa didapat negara dalam kerja sama dengan perusahaan tersebut.

"48 tahun Freeport di Indonesia asas kemanfaatan untuk bangsa ini sangat minim. Apalagi kita tahu di sana itu emas," kata Masinton di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, banyak dugaan pelanggaran terjadi selama proses penambangan emas yang berlangsung di Papua sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Bahkan, sambung diam dugaan pelanggaran tersebut terjadi secara berulang. Oleh karena itu, kata Masinton, kasus pencatutan nama ini menjadi momentum bagi Presiden untuk melakukan evaluasi.

Masinton mencontohkan, pelanggaran-pelanggaran dimaksud seperti kerusakan pada lingkungan sampai praktik dugaan pemberian jasa pengamanan yang berkisar mencapai 14 juta USD.

Dia mengatakan, data tersebut dia dengar salah satunya dari organisasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras).

"Keberadaan PT Freport juga harus di evaluasi," tandasnya. (Baca juga: Ramai Soal Freeport, Jokowi Sindir Papa Minta Saham)

Kisruh terkait PT Freeport mengemuka setelah Menteri ESDM, Sudirman Said menyebut adanya anggota DPR yang mencatut nama Jokowi-JK terkait perpanjangan kontrak PT Freeport.

Sudirman juga telah melaporkan dugaan pencatutan nama itu kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).


PILIHAN:

OC Kaligis Dituntut 10 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
(dam)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved