Pengamat: Bela Negara Solusi Tumbuhkan Nasionalisme

Kamis, 15 Oktober 2015 - 05:08 WIB
Pengamat: Bela Negara...
Pengamat: Bela Negara Solusi Tumbuhkan Nasionalisme
A A A
JAKARTA - Program bela negara yang segera dilaunching oleh pemerintahan Jokowi-JK dinilai dapat menjadi solusi atas keadaan pertahanan Indonesia yang autopilot. Karena, di tengah potensi ancaman pertahanan global yang kian berat dan lunturnya nasionalisme para pemuda Indonesia, program ini dipercaya bisa jadi solusi pertahanan dan peningkatan rasa nasionalisme.

"Sekarang negara kita autopilot pertahanan dan ketahanannya. Jadi, bela negara itu untuk hindari autopilot pertahanan. Tapi kenapa Menhan diserang? menurut saya ini solusi bagus. Kalau kita enggak setuju solusi lain apa? Kita enggak punya dewan keamanan nasional yang dimiliki negara-negara lain," ujar Pengamat Pertahanan dari Universitas Indonesia (UI) Connie Rahakundini kepada SINDO di Rabu 14 Oktober 2015.

Connie menjelaskan, saat ini perang sudah bertransformasi ke dalam berbagai bentuk, ada separatisme, fisiologi, dan bentuk lainnya. Sementara, Indonesia dengan luas wilayah yang begitu besar hanya memiliki sekitar 400 ribu tentara yang idealnya 6,8 juta tentara.

"Nah, enggak ada kan tentaranya. Kita sudah 10 tahun ini ingin punya komponen cadangan (Komcad) tapi enggak bisa jadi karena UU Kamnas (Keamanan Nasional) terus dijegal di tengah jalan," jelasnya.

Menurutnya, ini bisa menjadi solusi yang ditawarkan oleh Kemhan. Dengan program bela negara ini, ada dua hal sekaligus yang bisa dibangun yakni menjawab tantangan pertahanan global dengan nation building, dan juga menumbuhkan rasa nasionalisme anak bangsa yang sudah memudar.

"Dengan keadaan politik yang sedemikian bebas, dan membuat kita tercerai berai. Kita harus tarik kembali bahwa kita ini satu bangsa dan kita satu negara," tegasnya.

Connie juga menegaskan bahwa bela negara akan jauh berbeda dengan wajib militer (Wamil). Karena, pendidikannya dibagi dalam tiga tahapan yakni pertama, pendidikan reguler yang berlangsung selama 1-3 hari untuk usia 5-16 tahun.

Kemudian pendidikan regular lanjutan untuk anak usia 16-17 tahun. Terakhir untuk program khusus yang betul-betul dilatih selama sebulan.

"Beda loh mengahafal dengan membuat memaknai Pancasila, nasionalisme, wawasan nusantara, merah putih, perjuangan bangsa hingga bangsa ini berdiri," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, terdapat lima tahapan waktu atas program ini, tahapan satu dimulai 2015-2019, tahapan dua 2020-2024, dan seterusnya hingga tahun 2040. Tujuan program jangka panjang ini untuk mewujudkan bangsa sebagaimana pada zaman Bung Karno dulu dimana, warga negara sangat nasionalis dan cinta Tanah Air.

"Sekarang sih enggak, rasa memiliki sebagai bangsa tuh sudah luntur sekali," imbuh Direktur Eksekutif Instititute for Defense and Security Studies itu.

Mengenai efektivitas, Connie memandang bukan saatnya untuk mengukur atau menghitung efektivitas karena program ini baru akan diluncurkan. Yang jelas, meskipun Indonesia memiliki tentara tapi harus diakui bahwa negara tidak sanggup membuat tentara yang profesional.

Karena, tentara profesional membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak cukup hanya 0,9% anggaran pertahanan dari APBN. "Jadi sekali lagi, jangan pernah menghitung. Tapi kalau efektivitas kita harus coba. Bagaimana kita bisa tahu itu efektif atau enggak kalau dicoba aja belum. Bicara efektivitas itu kalau sudah mengeluarkan satu generasi yang sudah lulus," tegasnya.

PILIHAN:

Bela Negara Jangan Hanya Fokus Latihan Militer

Fadli Zon: Bela Negara untuk Apa, Urusi Asap Saja Tak Bisa
(kri)
Berita Terkait
Pengamat Hukum Ini Berikan...
Pengamat Hukum Ini Berikan Rumus Jitu Menjalankan Bela Negara
Gelar Munas ke-10, FKPPI...
Gelar Munas ke-10, FKPPI Siap Perkokoh Bela Negara
Cara Indonesia Re Tanamkan...
Cara Indonesia Re Tanamkan Nilai AKHLAK bagi Generasi Milenial
Surveyor Gelar Pelatihan...
Surveyor Gelar Pelatihan Bela Negara di Bogor
Kemhan Dorong Kementerian...
Kemhan Dorong Kementerian dan Lembaga Perkuat Program Bela Negara
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri,...
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri, Prabowo: Milenial Juga Wajib Bela Negara
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved