Sebuah Momentum?

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:32 WIB
Sebuah Momentum?
Sebuah Momentum?
A A A
Tujuh puluh tahun sudah Indonesia merasakan kemerdekaan. Namun perjalanan mengisi dan mempertahankan kemerdekaan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Penjajahan dengan kekuatan militer sekarang tidak muncul di Bumi Pertiwi tercinta ini. Hal ini sejalan dengan berubahnya tatanan politik dunia yang mulai meninggalkan halhal bersifat high politics, khususnya military force. Tatanan politik dunia dewasa ini sudah mengarah ke kiblat soft politics. Persaingan global tidak lagi terfokus pada perlombaan senjata seperti saat era Perang Dingin.

Aspek-aspek lain seperti ekonomi dan budaya justru sekarang menjadi fokus utama negara-negara di dunia. Sayangnya justru Indonesia sekarang sedang mengalami krisis di dua bidang itu. Dalam persaingan ekonomi global, bangsa ini harus jatuh bangun menghadapi negara-negara lain. Hal ini dapat dilihat dari melemahnya nilai rupiah dan ketergantungan terhadap impor.

Di sisi lain kebudayaan, lebih tepatnya konsumsi kebudayaan, Indonesia juga seperti dijajah di negeri sendiri. Generasi muda dewasa ini lebih akrab dengan budaya luar dan menjadikan mereka konsumtif terhadapnya. Tentu penguasaan terhadap ekonomi dan nilai budaya secara global menjadi hal yang perlu kembali diperjuangkan oleh penerus perjuangan bangsa ini.

Sebenarnya di usia kemerdekaan yang menginjak tujuh puluh tahun ini ada sebuah momentum yang sangat baik. Momentum itu adalah bonus demografi yang diperkirakan akan didapat Indonesia pada periode 2020-2030. Bonus demografi adalah keadaan di mana suatu negara memiliki jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif.

Namun apabila tidak disiapkan, bonus demografi ini justru akan menjadi pisau yang melukai negeri ini. Untuk menjadikan momentum bonus demografi dan usia kemerdekaan ke-70 tahun ini menjadi peluang, Indonesia harus menyiapkan diri sebaik-baiknya. Setidaknya ada tiga hal yang bisa disiapkan.

Pertama pembangunan manusia khususnya pendidikan harus ditingkatkan dalam tempo lima tahun ini. Sektor pendidikan harus menjadi prioritas untuk dibangun oleh pemerintah. Kedua adalah memanfaatkan cendekiawan-cendekiawan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Diaspora Indonesia ini menjadi penting karena pengalaman dan kemampuan mereka sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah.

Ketiga adalah menyiapkan lapangan kerja yang merata di seluruh Indonesia. Dengan kata lain pembangunan Indonesia yang lebih merata perlu disiapkan. Lima tahun adalah waktu untuk menuju tahun yang diprediksikan menjadi awal Bonus Demografi bangsa ini.

Tahun ini adalah momentum dengan usia kemerdekaan yang mencapai usia tujuh puluh tahun. Tentu untuk menjadikan momentum ini sebagai peluang perlu ada semangat perubahan ke arah yang lebih baik dari berbagai pihak.

RIO ALFAJRI
Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Menteri Penalaran dan Keprofesian BEM Kema Unpad
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved