Kemerdekaan Semu

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 10:12 WIB
Kemerdekaan Semu
Kemerdekaan Semu
A A A
Kemerdekaan pada hakikatnya merupakan suatu kebebasan untuk memiliki negaranya sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak asing.

Namun ironisnya, kemerdekaan yang dijadikan alat mencapai impian negara kini semakin kehilangan hakikatnya. Kemerdekaan hanya dijadikan sebagai momen seremonial yang diperingati setiap tahunnya dengan segala kemewahan tanpa menengok kembali hakikat dari kemerdekaan itu sendiri dan bagaimana seharusnya Indonesia bisa belajar dari momen tersebut.

Tidak bisa disangkal bahwa 17 Agustus kini identik dengan berbagai perlombaan, seperti baris-berbaris, panjat pinang, makan kerupuk, balap karung, dan masih banyak lagi. Apabila disesuaikan dengan makna memperingati kemerdekaan secara benar, adanya perlombaan-perlombaan dalam memperingati 17 Agustus sebenarnya merupakan sebuah cara yang tepat.

Hal tersebut bisa terjadi dengan beberapa catatan. Perlombaan dapat diibaratkan sebagai sebuah momen untuk mencapai tujuan akhir mendapatkan kemerdekaan, bukan sekadar hadiah. Lawan yang ditemui selama perlombaan, bisa diibaratkan sebagai sebuah penjajah asing, sehingga semangat yang tumbuh akan menjadi berbeda.

Dari sini maka yang digunakan bukanlah semangat mendapatkan hadiah, namun semangat meraih sebuah kemerdekaan. Dengan melihat realita yang ada, kemerdekaan sudah sepantasnya dimaknai dengan cara yang benar.

Kemerdekaan yang merupakan peninggalan paling berharga para founding fathers bangsa Indonesia harus dihargai dengan cara yang baik, karena untuk meraih kemerdekaan tidak sama seperti meraih hadiah dalam perlombaan yang hanya membutuhkan waktu satu atau dua hari saja.

Kemerdekaan diraih dengan jerih payah para pejuang yang tidak sedikit mengeluarkan tenaga bahkan juga darah. Oleh karena itu, sudah saatnya bangsa Indonesia memaknai kemerdekaannya dengan memahami esensinya dan juga diiringi dengan belajar dari momen tersebut untuk semakin mendekatkan diri dengan cita-cita bangsa Indonesia.

Bukan justru terbelenggu dalam perangkap kemerdekaan yang hanya dianggap sebagai momen bermewahmewahan, karena kemerdekaan yang seperti itu hanyalah kemerdekaan yang semu semata, bukan kemerdekaan yang sebenarnya seperti yang tertuang dalam konstitusi negara Indonesia.

NESIA QURROTA A’YUNI
Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UI, Kepala Departemen Penulisan Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UIUniversitas Indonesia
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Pemeriksaan Hery Susanto...
Pemeriksaan Hery Susanto Selesai, Majelis Etik Ombudsman RI Sampaikan Rekomendasi Pekan Depan
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Dorongan Daerah Menguat,...
Dorongan Daerah Menguat, La Ode Jadi Calon Pertama yang Daftar Caketum Kosgoro 1957
BPIP Undang Jokowi dan...
BPIP Undang Jokowi dan Gibran di Upacara Harlah Pancasila, PDIP: Insya Allah Megawati Hadir
Soroti Kasus Tudingan...
Soroti Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Djarot: Tunjukkan Aslinya, Nggak Usah Pakai Drama di Pengadilan
17 Pati dan Pamen Dimutasi...
17 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Bareskrim, Ada Irjen Pol hingga Kombes
Infografis
Kemerdekaan Palestina...
Kemerdekaan Palestina Didukung 138 Negara Anggota PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved