Makna Kemerdekaan Kini

Selasa, 18 Agustus 2015 - 08:55 WIB
Makna Kemerdekaan Kini
Makna Kemerdekaan Kini
A A A
Savran Billahi
Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Sekretaris Umum Pers Suara Mahasiswa UI

Sebelum Proklamasi 1945 dikumandangkan oleh bangsa Indonesia, kemerdekaan dimaknai cukup sederhana, yaitu bebas dari belenggu penjajahan.

Hal ini senada dengan pidato singkat Soekarno pada 17 Agustus 1945, ia lantang menegaskan, ”kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air dan bangsa kita!”. Dalam mengisi kemerdekaan tersebut, sejatinya perlu reaktualisasi mengenai makna semangat kemerdekaan.

Untuk itu diperlukan pemahaman bahwa kemerdekaan yang diperoleh pada 1945 bukanlah tujuan akhir, namun jalan bagi masyarakat Indonesia untuk merealisasikan diri dalam kehidupan bangsa yang mandiri. Hal itu dapat dilakukan dengan komitmen untuk menjaga identitas kebangsaan. Semangat berproduktivitas dalam upaya membangun bangsa kiranya menjadi makna baru bagi kemerdekaan.

Semangat itu dapat dilukiskan dengan aktualisasi diri melalui bakat-bakat yang dapat merajut kebanggaan berbangsa Indonesia. Pada 17 Agustus ini, peringatan 70 tahun kemerdekaan Indonesia tentu perlu dilakukan, namun lebih dari itu, refleksi kembali mengenai perjuangan kita dalam mengisi kemerdekaan tentu harus menjadi sorotan.

Kemakmuran dan prestasi bangsa adalah hal yang patut menjadi pertanyaan besar. Bila jawaban dari pertanyaan itu adalah suatu kebanggaan, jelas langkah yang harus dilakukan adalah menjaga dan meningkatkan kemakmuran dan prestasi itu. Namun bila jawaban atas pertanyaan tersebut adalah suatu ironi, upaya yang harus dilakukan adalah perenungan kembali atas upaya kita dalam mengisi kemerdekaan.

Dengan begitu, kesalahan-kesalahan yang kita perbuat sebelumnya dalam mengisi kemerdekaan dapat dihindarkan. Namun, apa pun jawaban atas pertanyaan tersebut, optimisme dalam mewujudkan inovasi dan berkarya harus selalu dikembangkan. Hal ini pula yang dapat direfleksikan dari semangat kemerdekaan para pendahulu bangsa. Meskipun mereka hidup dalam segala keterbatasan, optimisme dalam semangat kemerdekaan selalu ditunjukkan.

Bila dahulu rasa optimisme dituangkan dalam semangat meraih kemerdekaan, kini optimisme itu juga tak boleh dipisahkan dari upaya untuk mengisi kemerdekaan. Pada akhirnya, semangat kemerdekaan adalah suatu paham yang dinamis sehingga dapat dimaknai dan diwarnai sesuai dengan konteks zaman yang terus berubah. Akan tetapi, optimisme dan semangat untuk memajukan bangsa adalah dua hal yang tidak dapat dilepaskan dalam memaknai semangat kemerdekaan.

Dengan demikian perlu disadari bahwa optimisme dan tekad untuk memajukan bangsa adalah fondasi terkuat dalam memperkokoh makna kemerdekaan dan sendisendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
4 Negara yang Dulu Mayoritas...
4 Negara yang Dulu Mayoritas Muslim Kini Jadi Minoritas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved