Soal Reshuffle, PAN: Di Dalam dan Luar Sama Terhormatnya
Rabu, 12 Agustus 2015 - 23:24 WIB
Soal Reshuffle, PAN: Di Dalam dan Luar Sama Terhormatnya
A
A
A
JAKARTA - Sebelum reshuffle kabinet santer beredar kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menunjuk seorang menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun dalam reshuffle yang dilakukan Jokowi hari ini, tidak ada nama menteri baru dari partai berlambang matahari itu.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, meski Jokowi tak mengusung menteri dari partainya, pihaknya tetap mendukung selama yang dilakukan pemerintah adalah sesuatu yang baik.
"PAN selalu dikatakan di dalam dan di luar pemerintahan selalu sama terhormatnya. Jadi buat kami di luar di dalam sama saja," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, reshuffle Kabinet Kerja Adalah hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden. Zulkifli menilai, reshuffle tersebut memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan publik kepada pemerintah.
"Tentu presiden mengambil reshuffle sudah tepat dulu juga mengatakan 10 bulan sampai satu tahun," ucapnya.
Menurut Ketua MPR itu, yang paling penting adalah Jokowi harus memberikan sinyal kuat terhadap pasar bahwa reshuffle yang dilakukan akan memberikan keyakinan kepada publik terutama kepada pelaku usaha.
"Ini akan di isi dengan orang-orang tepat dan publik terutama pelaku usaha investasi juga perlu mendapat sinyal, bahwa pemerintah yang kuat dan didukung oleh partai politik yang kompak dan kuat," tandas Zulkifli.
PILIHAN:
Istana Yakin Jokowi Tak Didikte Parpol Lakukan Reshuffle
19 Nama yang Lolos Seleksi Capim KPK Tahap III
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, meski Jokowi tak mengusung menteri dari partainya, pihaknya tetap mendukung selama yang dilakukan pemerintah adalah sesuatu yang baik.
"PAN selalu dikatakan di dalam dan di luar pemerintahan selalu sama terhormatnya. Jadi buat kami di luar di dalam sama saja," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, reshuffle Kabinet Kerja Adalah hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden. Zulkifli menilai, reshuffle tersebut memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan publik kepada pemerintah.
"Tentu presiden mengambil reshuffle sudah tepat dulu juga mengatakan 10 bulan sampai satu tahun," ucapnya.
Menurut Ketua MPR itu, yang paling penting adalah Jokowi harus memberikan sinyal kuat terhadap pasar bahwa reshuffle yang dilakukan akan memberikan keyakinan kepada publik terutama kepada pelaku usaha.
"Ini akan di isi dengan orang-orang tepat dan publik terutama pelaku usaha investasi juga perlu mendapat sinyal, bahwa pemerintah yang kuat dan didukung oleh partai politik yang kompak dan kuat," tandas Zulkifli.
PILIHAN:
Istana Yakin Jokowi Tak Didikte Parpol Lakukan Reshuffle
19 Nama yang Lolos Seleksi Capim KPK Tahap III
(kri)