Fahri: Penghinaan Itu Hiburan bagi Pejabat Publik

Rabu, 05 Agustus 2015 - 18:45 WIB
Fahri: Penghinaan Itu...
Fahri: Penghinaan Itu Hiburan bagi Pejabat Publik
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak setuju pasal penghinaan presiden dan wakil presiden kembali dihidupkan pemerintah. Sebab menurutnya secara pribadi, tak mempersoalkan jika ada pihak yang menghina.

"Saya menganggap penghinaan itu hiburan sebagai pejabat publik," kata Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/8/2015).

Maka itu Fahri mengaku tidak akan memidanakan seseorang yang menghinanya. "Jadi saya sendiri tak setuju secara pribadi, presiden dan wakil presiden disebut lambang," ucapnya.

Sebab lanjut dia, lambang merupakan benda mati, seperti bendera atau Garuda. Akan tetapi menurut Fahri, lembaga kepresidenan adalah institusi yang harus dihormati.

"Jadi jangan disebut lambang. Karena kita ini benda hidup, misalnya kalau tiba-tiba ada pejabat berbuat jahat, pada level dia disebut lambang makanya tak ada lambang pada benda mati," ungkapnya.

Pilihan:

KPK Segera Limpahkan Berkas OC Kaligis ke Pengadilan

Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia
(maf)
Berita Terkait
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP...
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP Jadi Sorotan
Guru Besar UNM Sebut...
Guru Besar UNM Sebut 2026 Jadi Pembuktian Tansformasi Hukum Indonesia
Pengamat Nilai RKUHAP...
Pengamat Nilai RKUHAP 2025 dan KUHP Nasional Tak Sinkron
DPR: KUHP dan KUHAP...
DPR: KUHP dan KUHAP Baru Pastikan Hanya Orang Jahat yang Dipenjara
Polri Pedomani KUHP-KUHAP...
Polri Pedomani KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Hari Ini
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved