Soal Reshuffle Kabinet, HT: Peran Pemimpin Jauh Lebih Penting
Rabu, 15 Juli 2015 - 21:05 WIB
Soal Reshuffle Kabinet, HT: Peran Pemimpin Jauh Lebih Penting
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang terus terpuruk.
Hal tersebut seperti diungkapkannya dalam acara dialog kebangsaan dan buka bersama antara Hary Tanoesoedibjo bersama jurnalis di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2015).
HT mengatakan, hingga memasuki bulan kesembilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin negeri ini, belum ada tanda-tanda sektor ekonomi bakal menguat. Justru sebaliknya kondisi perekonomian semakin terpuruk.
"Belum kelihatan hasil pemerintahan Presiden Jokowi dalam pembangunan ekonomi. Strategi yang tepat sasaran belum ada. Apa yang telah dijalankan, saya belum yakin bisa membangkitkan ekonomi jadi lebih baik," ujar HT.
Atas terpuruknya sektor ekonomi tersebut, HT menganggap pantas jika ada perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja khususnya di bidang ekonomi. Sebaliknya, HT justru mengingatkan perlunya kepemimpinan nasional yang handal dan mampu membentuk tim kerja kabinet yang baik.
Dia pun mencontohkan kesuksesannya memimpin MNC Group yang memiliki lebih dari 30.000 karyawan. Seorang pemimpin yang baik, lanjutnya, tentu harus mampu menyampaikan visi dan misinya agar organisasi yang dikepalainya dapat berjalan stabil.
"Reshuffle iya, jika ada menteri kurang baik. Tapi peran pemimpin itu jauh lebih penting. Bentuk team work yang kuat. Seperti saya di MNC group, saya harus bisa menyampaikan visi misi organisasi. Kualitas menteri penting, tapi kualitas pemimpin juga jauh lebih penting," ungkapnya.
PILIHAN:
Panglima TNI Minta KSAD Lahirkan Prajurit-prajurit 'Gila'
OC Kaligis Bantah Perintahkan Anak Buahnya Beri Hakim PTUN THR
Hal tersebut seperti diungkapkannya dalam acara dialog kebangsaan dan buka bersama antara Hary Tanoesoedibjo bersama jurnalis di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2015).
HT mengatakan, hingga memasuki bulan kesembilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin negeri ini, belum ada tanda-tanda sektor ekonomi bakal menguat. Justru sebaliknya kondisi perekonomian semakin terpuruk.
"Belum kelihatan hasil pemerintahan Presiden Jokowi dalam pembangunan ekonomi. Strategi yang tepat sasaran belum ada. Apa yang telah dijalankan, saya belum yakin bisa membangkitkan ekonomi jadi lebih baik," ujar HT.
Atas terpuruknya sektor ekonomi tersebut, HT menganggap pantas jika ada perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja khususnya di bidang ekonomi. Sebaliknya, HT justru mengingatkan perlunya kepemimpinan nasional yang handal dan mampu membentuk tim kerja kabinet yang baik.
Dia pun mencontohkan kesuksesannya memimpin MNC Group yang memiliki lebih dari 30.000 karyawan. Seorang pemimpin yang baik, lanjutnya, tentu harus mampu menyampaikan visi dan misinya agar organisasi yang dikepalainya dapat berjalan stabil.
"Reshuffle iya, jika ada menteri kurang baik. Tapi peran pemimpin itu jauh lebih penting. Bentuk team work yang kuat. Seperti saya di MNC group, saya harus bisa menyampaikan visi misi organisasi. Kualitas menteri penting, tapi kualitas pemimpin juga jauh lebih penting," ungkapnya.
PILIHAN:
Panglima TNI Minta KSAD Lahirkan Prajurit-prajurit 'Gila'
OC Kaligis Bantah Perintahkan Anak Buahnya Beri Hakim PTUN THR
(kri)