Golkar Lebih Berpeluang Ikut Pilkada Ketimbang PPP

Rabu, 15 Juli 2015 - 17:05 WIB
Golkar Lebih Berpeluang...
Golkar Lebih Berpeluang Ikut Pilkada Ketimbang PPP
A A A
JAKARTA - Diantara dua partai politik (parpol) yang tengah bersengketa, Partai Golkar dinilai lebih berpeluang untuk mengikuti pilkada serentak 2015 ketimbang PPP.

Pasalnya, Partai Golkar telah membuat konsensus bersama terkait pencalonan, sementara dua kubu di PPP belum pernah sekalipun bertemu untuk membuat konsensus bersama.

"Kalau menurut saya Partai Golkar lebih berpeluang ikut pilkada dibanding PPP, karena Partai Golkar sudah maju dalam proses penentuan pasangan calon" kata Peneliti Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez saat dihubungi SINDO di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Arya menjelaskan, dalam rapat konsultasi antara DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sudah ada kesepakatan terkait solusi atas dua parpol yang tengah bersengketa tersebut.

"KPU akan menerima kalau tidak ada perbedaan calon (dari dua kubu parpol bersengketa)," jelasnya.

Arya menilai, langkah Partai Golkar sudah cukup baik karena pencalonan pilkada ditentukan oleh dua kubu yakni Partai Golkar pimpinan Agung Laksono (Kubu Agung) dan Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie (Kubu Ical). Suatu langkah yang baik karena kedua kubu Partai Golkar tak lagi melihat hasil putusan PT TUN.

"Paling kalau Golkar deadlock, itu hanya terjadi dalam pencalonan di beberapa daerah saja," ujar Arya.

Sementara PPP, lanjut Arya, belum tampak adanya keinginan untuk duduk bersama guna membicarakan siapa yang akan diusung dalam pilkada. Kalau tidak ada ada konsensus pilkada antara dua kubu di PPP, maka PPP tidak bisa mencalonkan.

Oleh karena itu, Arya menegaskan, seberapa besar peluang partai bersengketa ini bisa ikut dalam pilkada bergantung pada konsensus di internal masing-masing parpol. Sejauh mana para elite di dua kubu berpikir tentang kepentingan partai secara lebih luas.

"Jadi, seberapa besar partai ikut pilkada bergantung konsensus di dua parpol," tandasnya.

PILIHAN:

Golkar Agung Gembira Diajak Koalisi Partai KIH di Pilkada

OC Kaligis Bantah Perintahkan Anak Buahnya Beri Hakim PTUN THR
(kri)
Berita Terkait
Muktamar PPP Tetap Digelar...
Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Konsolidasi Jelang Pilkada...
Konsolidasi Jelang Pilkada 2024, Mardiono Hadir di Pesisir Barat
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Berita Terkini
Presiden Prabowo Dijadwalkan...
Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved