Pilkada, PPP Djan Faridz Isyaratkan Gabung KMP

Minggu, 12 Juli 2015 - 06:00 WIB
Pilkada, PPP Djan Faridz...
Pilkada, PPP Djan Faridz Isyaratkan Gabung KMP
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz mengisyaratkan bergabung dengan Koalisi Merah Putih (KMP) dalam mengusung kader-kader daerah pada pilkada Desember mendatang.

Hal ini dikemukakan Djan Faridz dalam sambutannya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PPP yang digelar di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat.

Djan mengatakan, sejujurnya ada dua opsi dalam penjaringan kader di daerah. Selain bergabung dengan KMP, dapat juga melalui islah dengan PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin M Romahurmuziy atau Romi.

Namun, kata Djan, islah adalah opsi yang paling sulit untuk dilakukan. Apalagi, sejak awal KMP telah membuka pintunya lebar-lebar untuk mengajak PPP Djan Faridz bergabung.

"Memang selama ini PPP ada kesepakatan dengan KMP khususnya PAN, Gerindra, dan PKS. Mereka menyadari PPP untuk ikut di pilkada apalagi PPP tidak punya keinginan untuk melakukan pertemuan dengan lawan yang persyaratan mereka untuk berjumpa berat sekali," kata Djan di depan para kader PPP, Sabtu (11/7/2015).

Djan mengaku syarat berat yang diajukan kubu Romi yang membuat islah terganjal ialah harus mengakui kepengurusannya yang sah. Sehingga, kata dia, opsi islah tidak akan dipilih.

Dia menambahkan, akan mengikuti semua persyaratan yang diajukan KMP bagi para kader yang nantinya akan didorong untuk maju.

Menurutnya, KMP mempersilakan semua koalisi partai untuk mencalonkan kader terbaiknya. Namun, apabila dalam keputusan kader yang diusung partainya kalah, pihaknya harus menghormati putusan tersebut.

"Kita sepakat kalau kita yang kalah kita menjunjung. Menjunjung artinya kader yang terpilih wajib kita dukung bersama," tutur mantan Menteri Perumahan Rakyat itu.

Lebih lanjut, saat disinggung ihwal keputusan DPR dan KPU dalam rapat konsultasi yang menyepakati bahwa PPP dapat mengikuti pilkada bila mengajukan calon yang sama, Djan tidak berharap banyak. Sebab, keputusan itu belum dibahas pihaknya melalui Majelis Syariah.

"Keputusan ini belum dibawa ke Majelis Syariah, harus konsultasi dulu. Kalau mau kita lanjutkan, kalau ditolak maka akan bergabung dengan KMP," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Muktamar PPP Tetap Digelar...
Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Konsolidasi Jelang Pilkada...
Konsolidasi Jelang Pilkada 2024, Mardiono Hadir di Pesisir Barat
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved