Kota Mudik

Sabtu, 11 Juli 2015 - 08:58 WIB
Kota Mudik
Kota Mudik
A A A
Beberapa hari ke depan Jakarta dan beberapa kota besar lainnya akan menjadi kota lengang seiring dengan mudiknya warga Jakarta ke berbagai kota di Indonesia.

Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, tahun ini diperkirakan lebih dari 9 juta warga Jakarta akan melakukan tradisi mudik ke berbagai daerah. Jumlah ini meningkat sebanyak 12,8% dibandingkan dengan musim mudik tahun lalu. Artinya, sepertiga warga Jakarta tahun ini akan mudik. Paling tidak diperkirakan selama satu minggu setelah lebaran Idul Fitri Jakarta akan menjadi kota antimacet.

Warga yang tidak mudik akan menikmati dengan sepuasnya jalanjalan di Jakarta. Tidak terdengar lagi suara klakson mobil dan motor yang menderu-deru. Sesaat kita tak lagi melihat perilaku-perilaku kasar dan beringas bagaimana menembus jalanan Jakarta yang sangat semrawut tersebut. Sebuah fenomena tahunan yang menjadikan kota ini istirahat sejenak dari gegap gempita ancaman kemacetan total.

Berbagai kantor swasta, pemerintah maupun industri akan libur sejenak selama liburan lebaran. Fasilitas pelayanan publik akan rehat sejenak dalam rangka merayakan Idul Fitri. Di sisi lain, jutaan warga Jakarta akan secara masif berpindah untuk sementara waktu ke berbagai daerah di Indonesia.

Mereka meninggalkan ingarbingar Jakarta untuk merayakan dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga tercinta di kampung halamannya. Mereka lepas dari rutinitas ala Jakarta yang mengekang mereka, berangkat pagi dan pulang malam dengan berjam-jam di jalanan.

Fenomena Universal


Fenomena mudik sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi di beberapa negara lainnya. Di Prancis misalnya, umat Islam yang minoritas juga banyak melakukan mudik ke negara asalnya. Muslim di Prancis sebagian besar berasal dari Aljazair, Maroko, Tunisia, Turki, dan beberapa negara Afrika lainnya.

Meski dilahirkan dan dibesarkan di Prancis, mereka merayakan Idul Fitri di negara leluhurnya. Pelaksanaan puasa sering kali bersamaan dengan liburan musim panas. Pada liburan musim panas, anak-anak sekolah libur selama lima minggu. Banyak juga karyawan yang menggunakan jatah cutinya selama liburan musim panas.

Bahkan, mereka pulang kampung negara leluhurnya untuk melaksanakan ibadah puasa. Di kampung halamannya, mereka berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besarnya seperti orang tua, kakek/ nenek, dan keluarga lainnya. Bagi muslim yang berkecukupan, mereka mudik menggunakan pesawat terbang.

Sementara keluarga yang terbatas keuangannya, mereka menggunakan mobil pribadi dengan melalui jalur kapal laut selama dua hari di perjalanan. Mereka menggunakan jalur pelabuhan di Marseille untuk menyeberang ke Aljazair, Maroko, maupun Tunisia. Mereka yang membawa mobil pribadi dapat berkeliling bersilaturahmi dengan keluarga besar di kampung halamannya.

Menariknya, warga Prancis yang mudik membawa mobil memasang bagasi tambahan di atas mobilnya. Kondisi ini tidak jauh beda dengan warga Indonesia yang mudik menggunakan mobil pribadi. Beberapa hari setelah Idul Fitri, mereka kembali ke Prancis.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1363 seconds (11.97#12.26)