Infrastruktur Menjelang Pilkada

Rabu, 08 Juli 2015 - 08:25 WIB
Infrastruktur Menjelang...
Infrastruktur Menjelang Pilkada
A A A
Akhir tahun ini beberapa kepala daerah sudah kehilangan fokus bekerja. Mereka yang sudah menjabat dua periode kebingungan menentukan langkah pascaturun tahta.

Sementara mereka yang masih satu periode berusaha mempertahankan kedudukan dengan berbagi cara. Salah satunya melapisi jalan-jalan berlubang dengan aspal hitam mengkilat. Sejak mengenal demokrasi, kejadian semacam ini terus terulang. Kepala daerah berusaha memanfaatkan momentum perbaikan infrastruktur untuk menarik perhatian rakyat.

Rakyat diharapkan memilih kembali mereka dan sebagainya. Meski rakyat sudah sadar, beberapa pemimpin masih hobi melaksanakan promosi seperti itu. Di sisi pemimpin daerah, mereka akan memperoleh perhatian lebih. Sebaliknya, rakyat akan menilai pemimpin itu berdasarkan pengalaman lima tahun ini. Setidaknya, dengan ada ketidaksadaran dari pemimpin daerah tersebut, ada jalanan baru yang diaspal.

Namun, tentu kita tidak mengharapkan jalanan baru setelah menunggu lima tahun. Kita tidak mau menunggu kecelakaan-kecelakaan yang terjadi karena aspal yang tidak mulus. Jalan sering tergenang dan berlubang. Kita ingin jalanan dan infrastruktur yang digunakan kokoh dan bisa menyelamatkan. Pemimpin daerah seharusnya sadar dan berpikir lebih ke depan. Kalaupun tujuan perbaikan jalan adalah pencitraan, seharusnya mereka berpikir ulang.

Dengan mengadakan perbaikan jalan di akhir pemerintahan, tentu nama mereka akan bagus, namun dalam tempo singkat. Setelah ada pemimpin baru dan jalanan yang mereka buat tadi rusak, hilang sudah citra mereka di pikiran masyarakat, tergantikan oleh kekecewaan atau pemimpin baru yang lebih baik. Efek lebih lanjut pencitraan perlu diperharikan ulang. Maksudnya, kalaupun mau melakukan pencitraan, efeknya harus lebih lama dan mengena.

Langkah yang paling baik untuk melahirkan citra yang lebih abadi adalah dengan tidak hanya merawat infrastruktur pada akhir periode. Lebih dari itu, pemimpin harus membangun infrastruktur baru dan merawat infrastruktur lama lebih intensif dan efektif. Dengan begitu, akan muncul perbaikan ekonomi daerah karena biaya-biaya logistik semakin menurun.

Akan muncul daerah yang lebih bertenaga karena rakyat lebih mudah bergerak dan investor lebih mau berinvestasi. Akhirnya, daerah tersebut akan menjadi lebih maju. Intinya, pencitraan itu penting. Tapi, pencitraan yang lebih nyata dibanding kinerja sia-sia belaka.

Muh Azharun Niam
Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
Pramono Izin Maju Pilkada...
Pramono Izin Maju Pilkada Jakarta, Jokowi Tertawa Terbahak-bahak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved