Ekonomi Pancasila untuk Kedaulatan Rakyat

Senin, 22 Juni 2015 - 09:02 WIB
Ekonomi Pancasila untuk...
Ekonomi Pancasila untuk Kedaulatan Rakyat
A A A
Jhon Miduk Sitorus
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi & Administrasi, Fakultas Ekonomi UNJ

Sebagai sebuah negara yang berasaskan demokrasi Pancasila, Indonesia sudah seharusnya juga membuat berbagai bidang seperti bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, serta pertahanan keamanan berasaskan Pancasila.

Begitu juga sistem perekonomian Indonesia sudah seharusnya berasaskan Pancasila juga. Istilah ekonomi Pancasila diperkenalkan pada 1967 oleh Dr Emil Salim. Maksudnya merupakan ekonomi yang berlandaskan pada lima sila yang tertuang dalam Pancasila. Ekonomi Pancasila dapat disebut juga sebagai sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah atau dikenal dengan istilah ”ekonomi pasar yang terkendali”.

Dalam pendekatannya, sebenarnya ada sistem ekonomi yang hampir mendekati sistem ekonomi Pancasila itu sendiri yaitu sistem ekonomi campuran antara ekonomi kapitalis dan sosialis, tetapi dalam praktiknya hasilnya masih hanya dinikmati oleh penguasa sektor perekonomian.

Mubyarto, 1981, mengungkapkan bahwa ciri-ciri ekonomi Pancasila yaitu : (1) yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara/pemerintah, (2) peran Negara adalah penting namun dominan, begitu juga dengan peranan pihak swasta yang penting, namun tidak terlalu dominan, (3) masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat, dan (4) modal ataupun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan atas sesama manusia.

Dari hal tersebut, kita bisa melihat bahwa ciri-ciri ekonomi Pancasila itu sebenarnya sangat mendukung bagi kemakmuran perekonomian rakyat Indonesia. Tetapi, mengapa pada nyatanya perekonomian kita masih terlihat sangat jauh dari kata sejahtera dan sangat jauh dari ciriciri ekonomi Pancasila tersebut? Masih banyak para pelaku ekonomi yang oligarkis dan kapitalistis sehingga menciptakan kesenjangan ekonomi yang luar biasa antara kaum yang miskin dan kaum yang kaya.

Diperlukan peranan pemerintah yang sangat serius untuk membenahi sistem perekonomian ini agar kita bisa bergerak bebas dari tekanan inflasi yang semakin parah. Rakyat Indonesia sudah sangat terjebak dengan himpitan harga dolar Amerika yang semakin menjulang, harga pangan yang semakin meninggi, sementara pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat tetap dan cenderung semakin menurun.

Pemerintah harus benarbenar menerapkan sistem perekonomianyangberasaskanPancasila agar seluruh kepemilikan modal, proses ekonomi, dan hasilnya bisa dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia secara merata.

Presiden Jokowi juga telah pernah mencanangkan sebagaimana yang telah dijanjikan pada saat pilpres dulu dengan nama ”Ekonomi Pancasila yang Memanusiakan”.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved