MPR Tagih Nawacita Jokowi di Perbatasan

Selasa, 09 Juni 2015 - 05:00 WIB
MPR Tagih Nawacita Jokowi...
MPR Tagih Nawacita Jokowi di Perbatasan
A A A
JAKARTA - MPR menagih janji Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang salah satu poinnya membangun Indonesia dari perbatasan.

Pasalnya, daerah perbatasan saat ini masih terbelakang, baik dari sisi pembangunan infrastruktur sampai ekonomi yang mendegradasi wawasan kebangsaan masyarakat di perbatasan.

"Kebijakan pemerintahan Jokowi untuk lakukan pembangunan sudah dimulai dari infrastruktur itu seharusnya dilakukan dari pinggir dulu. Harapan kami ini bukan wacana tapi benar-benar diimplementasikan," kata Anggota Badan Pengkajian MPR, Ali Taher dalam diskusi yang bertajuk "Masalah Wilayah Perbatasan" di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015)

Ali menjelaskan, saat ini masalah perbatasan dibagi ke dalam dua masalah yakni, nasional dan internasional. Persoalan perbatasan bermula dari ketidakadilan dalam pemerataan ekonomi masyarakat di perbatasan yang sangat rendah.

Sehingga, perlu rekonstruksi kebijakan publik dari pemerintah untuk menanggulangi masalah di perbatasan.

"Persoalan utama dari perbatasan adalah persoalan yang berkaitan dengan tapal batas NKRI," jelas Sekretaris Fraksi PAN di MPR itu.

Dia menerangkan, Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau besar dan kecil, 60 ribu pulau yang berpenghuni, dan 92 pulau diantaranya merupakan pulau terdepan.

Dan di perbatasan, pembangunan jalan, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya sangat rendah. Begitu juga dengan perekonomian yang sangat rendah.

"Seperti di perbatasan Kalimantan dan Malaysia, di sana (Malaysia) terang benderang. Di sini gelap gulita," terang Ali.

Kemudian, lanjutnya, jumlah aparat negara di perbatasan pun masih kurang. Begitu juga dengan keterbatasan akses informasi, yang mana daerah perbatasan jauh dari pemberitaan media nasional.

Sehingga, tak banyak yang tahu bahwa persoalan di perbatasan tak semudah yang dibicarakan di pusat.
"Ada degradasi wawasan kebangsaan. Mereka lebih cinta ke negara lain ketimbang tanah air lantaran tidak dapat manfaat ekonomi," ujarnya.

Selain itu, dia menilai, pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah (pemda) belum terkoordinasi dengan baik. Sehingga muncul persoalan politik, pertahanan, dan perekonomian.

Rendahnya kualitas produk lokal dibanding produk asing dengan harga yang lebih terjangkau membuat nasionalisme masyarakat perbatasan kian terdegradasi.

"Di sini, peran Mendagri, Bappenas, TNI, pemda diperkuat. Khususnya untuk meningkatkan dan menyinergikan pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur di perbatasan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Berebut Kursi Pimpinan...
Berebut Kursi Pimpinan MPR, Sejumlah Nama Bermunculan
Riwayat Pendidikan Pimpinan...
Riwayat Pendidikan Pimpinan MPR RI Periode 2019-2024, Lulusan Kampus Mana Saja?
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Desak Copot Sri Mulyani...
Desak Copot Sri Mulyani dan Minta Anggaran Naik, Apa Tugas MPR?
Ahmad Muzani Resmi Jabat...
Ahmad Muzani Resmi Jabat Ketua MPR RI Periode 2024-2029
MPR RI Nonaktifkan Dewan...
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved