Panglima TNI Ajak Masyarakat Dukung Keluarga Berencana

Selasa, 26 Mei 2015 - 10:12 WIB
Panglima TNI Ajak Masyarakat...
Panglima TNI Ajak Masyarakat Dukung Keluarga Berencana
A A A
MEDAN - Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengajak semua masyarakat mendukung program keluarga berencana (KB) yang digalakkan lagi oleh BKKBN. Melalui gerakan program dua anak cukup, bisa menekan angka pertumbuhan penduduk secara signifikan.

”Setelah reformasi, semangat kita menjadi kendur untuk melakukan KB sehingga perlu digalakan kembali supaya kita bisa menekan pertumbuhan penduduk,” ujar Panglima TNI di sela-sela pencanangan bakti sosial TNI-KB-Kesehatan dalam rangka penguatan dan pencepatan penggapaian sasaran program kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga tingkat nasional tahun 2015 di Deliserdang akhir pekan kemarin.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ambar Rahayu, Pangdam 1 Bukit barisan Mayjen TNI Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan. Moeldoko menyambut baik program yang dikeluarkan oleh BKKBN untuk mengurangi pertubuhan penduduk.

”Bersama TNI, Polri, BKKN, dan masyarakat memiliki semangat untuk menjalankan program KB, ” ujarnya. Apalagi, menurutMoeldoko, tahun 2025 nanti masyarakat Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Di situ nanti muncul puncak manusia produktif. ”Program bonus demografi itu nanti bisa menjadi peluang dan bisa juga jadi ancaman bagi anak-anak,” paparnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ambar Rahayu berharap kerja sama dengan TNI ini bisa membantu realisasi program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). ”Untuk mengantisipasi terbatasnya petugas lapangan di desa/kelurahan yang menjadi ujung tombak program KKBPK, kita meminta dukungan jajaran TNI,” kata Ambar.

Menurut dia, pengembangan program pembangunan keluarga sebagai upaya menyiapkan SDM berkualitas. Momentum ini jadi gerakan masyarakat dan dengan adanya peran TNI masyarakat bisa membantu memotivasi masyarakat. BKKBN dulu memiliki jumlah petugas lapangan KB mencapai 40.000, sekarang tinggal 17.000. ”Tidak memungkinkan satu rasio PLKB itu mengampu satu desa,” ujarnya.

Hasyim ashari
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved