Politik

Perilaku pemilih, ideologi parpol tak menentukan lagi

Selasa,  17 Juli 2012  −  09:45 WIB
Perilaku pemilih, ideologi parpol tak menentukan lagi
Ilustrasi.Okezone

Sindonews.com - Pemilih pada Pemilu 2014 mendatang diprediksi tidak lagi didominasi oleh mereka yang melihat ideologi parpol sebagai faktor yang memengaruhi pilihan mereka.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi, para pemilih pada pemilu legislatif mendatang akan lebih mencermati kinerja serta citra parpol dan rekam jejak para calon anggota legislatif (caleg) yang disodorkan kepada mereka.

Dia menjelaskan, dalam konteks politik Indonesia,ideologi partai tidak menimbulkan perbedaan signifikan dalam klausul ataupun praktiknya di masyarakat. Bahkan, semua program parpol hampir sama.

“Ya melawan korupsi,memperjuangkan HAM (hak asasi manusia), keadilan,kemakmuran, dan lainnya. Perolehan suara berbeda karena pemilih melihat sepak terjang parpol dan juga pengaruh basis konstituen lama yang terpelihara,” jelas Viva di Jakarta kemarin.

Dengan karakter pemilih sepertiini, Viva sangatyakinpartainya mampu menembus perolehan suara di atas 10 persen alias dua digit sesuai target Pemilu 2014.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri memandang,dalam pemilu dengan sistem proporsional terbuka, figur menjadi pertimbangan penting partainya dalam menyusun daftar caleg.Namun, dia memastikan bahwa kriteria tetap menjadi acuan utama.

“Karena itu,PKB sudah melakukan pencalegan dini agar mendapatkan kader-kader terbaik bangsa untuk legislatif. Ini bagian dari fungsi rekrutmen parpol,” katanya.

Dia mengklaim saat ini semakin banyak orang yang berminat gabung ke PKB. Menurut Hanif, PKS sekarang merupakan perpaduan kekuatan kaum muda yang dipandu kebijaksanaan para ulama dan kiai.

”Di samping karena visi kebangsaan PKB yang demokratis dan visi keislamannya yang moderat dan toleran,” ungkapnya. Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin mengklaim partainya sudah transparan dalam membuat mekanisme perekrutan dan penentuan caleg.

 
 


(lns)

views: 1.302x

 

shadow