alexametrics

Katanya Bukan Marah, Jokowi: Cuma Minta Menteri Kerja Keras Atasi Corona

loading...
Katanya Bukan Marah, Jokowi: Cuma Minta Menteri Kerja Keras Atasi Corona
Presiden Jokowi mengatakan, diperkirakan puncak Corona terjadi di Agustus hingga September. Menurutnya prediksi ini bisa berubah jika tak ditangani baik. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa diperkirakan puncak Corona (Covid-19) akan terjadi di bulan Agustus hingga September. Menurutnya prediksi ini bisa berubah jika tidak ditangani dengan baik.

"Kalau melihat angka-angka memang perkiraan puncaknya Agustus-September. Perkiraan terakhir yang saya terima. Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu ini bisa angkanya bisa berbeda," kata Jokowi saat berbincang dengan media di Istana Merdeka, Senin (13/7/2020).

(Baca juga: Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan)

Berkaitan dengan itu, dia meminta jajaran menterinya bekerja keras. Dia pun membantah jika hal tersebut dianggap marah-marah.



"Oleh sebab itu saya minta para menteri untuk bekerja keras. Tapi kalau mintanya dengan nada yang berbeda yang untuk memotivasi para menteri untuk bekerja lebih keras lagi, bukan marah, memotivasi agar lebih keras lagi bekerjanya," ungkapnya.

(Baca juga: Bertambah 1.282 Kasus, Total 76.981 Orang Positif Covid-19)



Seperti diketahui Presiden Jokowi menyoroti kinerja para menterinya yang dinilai belum maksimal dalam menangani pandemi Covid-19. Dia mengatakan, hal ini terlihat dari belanja-belanja di kementerian yang masih biasa-biasa saja.

"Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja-belanja kementerian tolong dipercepat," ujarnya dalam video pembukaan sidang kabinet paripurna tanggal 18 Juni yang diunggah Biro Pers Setpres, Minggu (28/6/2020).
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak