Dicemooh saat Daftar Akmil, Keajaiban Tahajud dan Dhuha Jadikan Sosok Ini Jenderal TNI Paling Dihormati

Selasa, 17 Januari 2023 - 07:03 WIB
loading...
Dicemooh saat Daftar...
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono bersama prajurit Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Mulyono merupakan salah satu tokoh militer di Indonesia yang disegani. Maklum, pria kelahiran Desa Cepokosawit, Boyolali, Jawa Tengah pada 12 Januari 1961 ini pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ).

Namun, di balik kesuksesan kariernya di militer, ternyata ada banyak aral rintang yang mengadang. Bahkan, tidak sedikit yang meremehkannya. Namun putaran waktu membalikkan semua cemoohan itu.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1983 ini bukan saja menjadi perwira tinggi (Pati), melainkan juga menjadi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat (AD) yang sangat dihormati bahkan dicintai oleh prajuritnya di seluruh Indonesia.

Dikutip dari buku biografinya berjudul “Mulyono Sosok Jenderal, Sang Pembeda” diceritakan bagaimana perjuangan Mulyono menjadi seorang prajurit TNI AD. Dorongan untuk menjadi abdi negara berawal ketika anak ketiga dari tujuh bersaudara ini berlibur rumah Buleknya di Magelang.

Baca juga: Deretan Brevet yang Dimiliki Jenderal TNI Mulyono, 3 di Antaranya dari Korps Baret Merah

Kebetulan Paleknya merupakan seorang anggota TNI AD berpangkat Sersan Dua yang berdinas di Armed 3/Tarik di Magelang. Selama berkunjung ke rumah buleknya, putera pasangan Suyatno Yatno Wiyoto dan Pardinah ini kerap membantu belanja ke pasar karena kebetulan Buleknya membuka kantin tak jauh dari barak militer.

Baca juga: Duduk Bareng KSAD Dudung, Jenderal Ini Sosok Panutan hingga Pernah Disopiri Andika Perkasa

Hingga suatu ketika, Mulyono yang tengah mengantar Buleknya melihat sekelompok remaja berseragam yang tengah berjalan dengan gagahnya. Karena penasaran, Mulyono kemudian bertanya kepada buleknya.

“Mereka itu siapa Bulek?” tanya Mulyono dikutip SINDOnews Selasa (17/1/2023).

“Mereka itu taruna AKABRI,” jawab Buleknya.

Dicemooh saat Daftar Akmil, Keajaiban Tahajud dan Dhuha Jadikan Sosok Ini Jenderal TNI Paling Dihormati


Pertemuannya dengan taruna AKABRI itu menggugah hati Mulyono untuk menjadi seorang prajurit TNI. Selain untuk meringankan beban orang tua karena biaya kuliah cukup mahal, keputusan untuk menjadi prajurit TNI juga karena Mulyono ingin mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.

Keinginan menjadi prajurit TNI pun langsung dia disampaikan kepada orang tuanya. Meski tidak dapat memberikan fasilitas dibutuhkan, namun didikan orang tua kepada Mulyono sejak kecil agar selalu melaksanakan Sholat Tahajud dan Sholat Dhuha mampu membangkitkan semangat Mulyono dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari dan mewujudkan mimpinya.

Di bawah biimbingan Paleknya, Mulyono pun giat berlatih binsik atau pembinaan fisik. Termasuk memeriksakan kesehatannya agar lolos saat mengikuti ujian masuk Akmil. Namun usahanya tidak berjalan mulus, sebab mantri di desanya menyebut dirinya mengidap penyakit TBC. Hal itu lantaran perawakan Mulyono yang kecil.

Mendengar hal itu, orang tua Mulyono memberikan semangat agar tidak menyerah dan terus berusaha serta berdoa. Mulyono juga diminta tetap mendaftar dan mengurus surat-surat yang diperlukan. ”Kamu kuat lari dan jalan kok dibilang TBC,” ucapnya.

Ujian demi ujian kembali datang. Saat tengah menyiapkan surat-surat sebagai syarat adminitrasi, lagi-lagi Mulyono mendapat perlakuan tidak mengenakkan. Kali ini dari Kepala Desa setempat yang meremehkan Mulyono. “Kamu mengajukan surat sak gudang untuk apa?” kata Kepala Desa dengan nada melecehkan.

Sesampainya di rumah, sambil menangis Mulyono pun mengadu ke orang tuanya karena merasa dilecehkan oleh Kepala Desa. Dengan penuh kesabaran orang tua Mulyono kembali membangkitkan semangat putera tersayangnya itu. ”Semua hanya kuasa Allah. Maka tunjukkan kepada mereka kamu bisa,” kata Mulyono menirukan ucapan ayahnya tersebut.

Nasihat orang tuanya itu kembali membangkitkan semangat Mulyono untuk menjadi prajurit TNI. Sambil menunggu pengumuman tes AKABRI, Mulyono yang diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) kemudian melakukan daftar ulang dan membayar biaya perkuliahan selama satu semester. Namun baru sebulan mengikuti perkuliahan di kampus tersebut, Mulyono dinyatakan lulus masuk AKABRI yang sekarang bernama Akmil.

Informasi kelulusan ini membuat Mulyono senang dan terus mengucap syukur kepada Allah SWT mengingat sebelum tes masuk AKABRI banyak yang mencemooh dan mengatakan dirinya tidak bakal diterima di AKABRI. Dengan semangat membara, Mulyono mengikuti kerasnya pendidikan di kawah candradimuka Lembah Tidar.

Setelah mengikuti pendidikan selama empat tahun di Akmil Magelang, Mulyono akhirnya lulus dengan predikat sepuluh terbaik. Meski masuk dalam salah satu lulusan terbaik namun orang tuanya berpesan agar Mulyono tidak jumawa. ”Jangan jadi orang sombong, tetaplah jadi orang baik, jujur, suka membantu sesama dan jangan meninggalkan sholat serta selalu berdoa kepada Allah SWT,” pesan orang tuanya kepada Mulyono.

Mengawali karier militernya, Mulyono yang saat itu menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) dipercaya sebagai Danton Yonif 712/Wiratama Kodam XIII/Merdeka di Sulawesi Utara (Sulut) kemudian Danki Yonif 712/Wiratama dan Pasiops Yonif 712/Wiratama hingga berpangkat Kapten. Selama bertugas Mulyono diterjunkan di beberapa daerah operasi seperti Papua dan Timor Timur sekarang bernama Timor Leste.

Dicemooh saat Daftar Akmil, Keajaiban Tahajud dan Dhuha Jadikan Sosok Ini Jenderal TNI Paling Dihormati

Jenderal TNI Mulyono dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Foto/istimewa

Seiring perjalanan waktu, Mulyono berhasil membuktikan dirinya sebagai prajurit pilihan. Hal itu dibuktikan denan menjadi lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad). Selepas mengikuti pendidikan, karier militer Mulyono terus menanjak. Mulyono kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai Dandim 0901/Samarinda, selanjutnya Danrem 032/Wirabraja hingga akhirnya pecah bintang dengan menjabat sebagai Dirlat Kodiklat TNI AD.

Kariernya sebagai Perwira Tinggi (Pati) di TNI pun semakin cemerlang. Bintang emas di pundaknya kembali bertambah menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dengan menjabat sebagai Wadankodiklat TNI AD, selanjutnya Asops KSAD. Bahkan, Mulyono menjadi orang nomor satu yang dipercaya menjaga keamanan wilayah Ibu Kota Jakarta sebagai Pangdam Jaya.

Tidak lama menjabat sebagai Pangdam Jaya, Mulyono diangkat menjadi Pangkostrad. Sebuah jabatan yang sangat strategis di TNI AD. Puncaknya, Mulyono diangkat sebagai KSAD, karier militer tertinggi di TNI AD.

Jenderal Rendah Hati yang Dicintai Prajurit

Meski menjabat sebagai KSAD, Mulyono dikenal sebagai Jenderal yang dekat dan dicintai prajuritnya. Hal itu lantaran Mulyono sering membaur dengan anak buahnya. Sebagai KSAD kebiasaan itu dilakukan sekaligus untuk menyemangati anak buahnya.

"KSAD juga manusia, KSAD tidak makan besi, KSAD juga makan nasi. Saya tidak ingin prajurit saya ketemu dengan KSAD takut. Rangkul saja tidak papa. Minta duit tidak papa, tak kasih kalau saya punya," ujar Mulyono setiap kali bertatap muka dengan prajuritnya.

Tidak hanya itu, Mulyono juga tidak segan-segan mengangkat lengan prajurit yang berada di sebelahnya dan meletakkan di atas bahunya sambil mengepalkan tangan.

"Angkatan Darat tidak bisa dipimpin dengan ketakutan tapi semangat bersama, kekuatan bersama mulai prada sampai jenderal, sampai kepala staf, jelas prajurit," ucapnya.

Bahkan, dalam pertemuan dengan prajurit Kopassus, Mulyono tidak sungkan membuang pangkat bintang empatnya. Hal itu dilakukan agar tidak ada jarak antara dirinya dengan prajurit Korps Baret Merah tersebut.

“Jadi tidak boleh, tidak boleh takut, tentara ada pimpinan bawahan, tapi kita sebagai kawan. Tentara itu team work, organisasi tentara itu ada team work kerja sama. Kamu tidak boleh takut sama saya, saya adalah kawan mu juga,” kata Mulyono.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved