Breaking News, Kuat Ma'ruf Dituntut 8 Tahun Penjara
Senin, 16 Januari 2023 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian benar terdakwa Kuat Ma'ruf sesuai pembicaraan saksi Ferdy Sambo mengenai perannya, langsung menutup pintu rumah bagian depan untuk meredam suara dan menutup akses jalan keluar apabila korban Yosua melarikan diri," kata JPU.
Bahkan Kuat Ma'ruf juga naik ke lantai dua untuk menutup balkon, padahal saat itu kondisi masih terang. "Kemudian terdakwa Kuat Ma'ruf untuk naik ke lantai dua, untuk menutup pintu balkon di saat kondisi matahari masih terang-benderang belum gelap," ucapnya.
JPU mengatakan, bahwa menutup pintu dan balkon bukan tugas sehari-sehari Kuat Ma'ruf, melainkan asisten rumah tangga Ferdy Sambo di Duren Tiga, yakni Diryanto alias Kodir. Sehingga tindakan Kuat Ma'ruf, kata JPU, adalah kesengajaan untuk mendukung pelaksanaan pembunuhan Brigadir J.
"Yang bertugas menutup pintu dan balkon di lantai dua rumah Duren Tiga adalah Diryanto alias Kodir sebagai ART di rumah Duren Tiga 46, bukan tugas dari Kuat Ma'ruf," katanya.
"Namun untuk mendukung pelaksanaan merampas nyawa korban J, terdakwa mengambil peran guna menutup akses jalan keluar dan meredam suara dalam rumah saat terjadi penembakan, di mana sebelumnya saksi Diryanto memberikan keterangan Kuat Ma'ruf bahwa rumah Duren Tiga sudah dibersihkan," katanya.
Bahkan Kuat Ma'ruf juga naik ke lantai dua untuk menutup balkon, padahal saat itu kondisi masih terang. "Kemudian terdakwa Kuat Ma'ruf untuk naik ke lantai dua, untuk menutup pintu balkon di saat kondisi matahari masih terang-benderang belum gelap," ucapnya.
JPU mengatakan, bahwa menutup pintu dan balkon bukan tugas sehari-sehari Kuat Ma'ruf, melainkan asisten rumah tangga Ferdy Sambo di Duren Tiga, yakni Diryanto alias Kodir. Sehingga tindakan Kuat Ma'ruf, kata JPU, adalah kesengajaan untuk mendukung pelaksanaan pembunuhan Brigadir J.
"Yang bertugas menutup pintu dan balkon di lantai dua rumah Duren Tiga adalah Diryanto alias Kodir sebagai ART di rumah Duren Tiga 46, bukan tugas dari Kuat Ma'ruf," katanya.
"Namun untuk mendukung pelaksanaan merampas nyawa korban J, terdakwa mengambil peran guna menutup akses jalan keluar dan meredam suara dalam rumah saat terjadi penembakan, di mana sebelumnya saksi Diryanto memberikan keterangan Kuat Ma'ruf bahwa rumah Duren Tiga sudah dibersihkan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :