Kementerian Kesehatan Tegaskan Tidak Tutupi Data Kasus Corona
Selasa, 28 April 2020 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Terkait pengelolaan data yang dimulai pada tanggal 2 Maret saat diumumkannya pasien pertama Covid-19 di Indonesia, pengumpulan data mulai laboratorium yang jejaring dari Badan Litbang Kementerian Kesehatan. "Kemudian dari data-data yang dari Lab dan lain sebagainya dan dikoordinir oleh teman-teman yang ada di Badan Litbangkes semua terkompilasi di sana," katanya. (Baca juga: Kasus Corona 27 April 2020: 9.096 Positif, 1.151 Sembuh, dan 765 Meninggal ).
Proses selanjutnya yakni dikirim ke Badan Litbangkes Pusat untuk dilakukan proses validasi dan verifikasi. "Setelah proses yang ada di Badan Litbang kemudian data itu dikirimkan ke pihak PHEOC dari pihak Kemkes, public health emergency operating center ya. Di sana itu pun juga di apa di apa di verifikasi dan validasi."
"Dan satu lagi adalah kita terintegrasi dengan Gugus Tugas ya. Jadi langsung terkirim secara langsung. Jadi setiap 12 menit data dari Ware House Kemkes ini ditarik oleh Gugus Tugas. Jadi demikian proses-proses bagaimana alur-alurnya itu seperti itu," jelas Didik. (Baca juga: Jubir Penanganan Covid Sebut Ada 210.199 ODP dan 19.987 PDP ).
Proses selanjutnya yakni dikirim ke Badan Litbangkes Pusat untuk dilakukan proses validasi dan verifikasi. "Setelah proses yang ada di Badan Litbang kemudian data itu dikirimkan ke pihak PHEOC dari pihak Kemkes, public health emergency operating center ya. Di sana itu pun juga di apa di apa di verifikasi dan validasi."
"Dan satu lagi adalah kita terintegrasi dengan Gugus Tugas ya. Jadi langsung terkirim secara langsung. Jadi setiap 12 menit data dari Ware House Kemkes ini ditarik oleh Gugus Tugas. Jadi demikian proses-proses bagaimana alur-alurnya itu seperti itu," jelas Didik. (Baca juga: Jubir Penanganan Covid Sebut Ada 210.199 ODP dan 19.987 PDP ).
(zik)
Lihat Juga :