Megawati Sindir PPP dan PAN soal Pendompleng Kader PDIP?
Kamis, 12 Januari 2023 - 05:51 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sampai bilang ke Mbak Puan dan Mas Nanan, lucu ya orang berpolitik? Lho kok kayak gitu ya? Gimana sih maunya? Emangnya enggak punya kader sendiri?” ujar Megawati disoraki oleh seluruh kader PDIP dalam acara itu.
Kemudian, Mega pun meminta agar kader yang menyorakinya itu suaranya lebih keras lagi. Karena ia heran, kenapa parpol lain mau mendompleng atau menumpang kader PDIP. “Yang keras dong.. iya, ndompleng-ndompleng (menumpang)..,” ucapnya.
Bahkan, Presiden ke-5 RI ini sampai menanyakan langsung pada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai aturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), apakah ada perubahan aturan soal pencalonan. Namun, Hasto menyampaikan tidak ada perubahan aturan pencalonan presiden dan wakil presiden (capres).
“Udah jelas aturannya yang bakal calon itu diusung, bukan pendukung, itu beda lho antara pengusung dan pendukung, oleh satu partai atau beberapa partai. Iya toh, aturannya ngono (begitu),” terang Mega.
Oleh karena itu, Megawati menyebut aneh dan gawat. Apakah parpol itu tidak punya kader, padahal jelas menghadapi pemilu semestinya juga dipersiapkan calonnya. Kalau tidak ada calon, lantas membangun partai itu apa tujuannya karena parpol itu adalah organisasi politik sehingga internal parpol harus mempersiapkan.
“Aneh-aneh wae, makannya sorry. Haduhh, gawat dah. Kan kalau kayak gini konotasinya sepertinya partai kayak enggak punya kader. Padahal jelas pemilu ada, calonnya harus ada. Pertanyaan saya, bikin partai itu untuk apa? Jangan lupa, partai itu organisasi parpol, internalnya harus mempersiapkan, saya enggak tahu kalau partai lain,” tukasnya.
Kemudian, Mega pun meminta agar kader yang menyorakinya itu suaranya lebih keras lagi. Karena ia heran, kenapa parpol lain mau mendompleng atau menumpang kader PDIP. “Yang keras dong.. iya, ndompleng-ndompleng (menumpang)..,” ucapnya.
Bahkan, Presiden ke-5 RI ini sampai menanyakan langsung pada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai aturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), apakah ada perubahan aturan soal pencalonan. Namun, Hasto menyampaikan tidak ada perubahan aturan pencalonan presiden dan wakil presiden (capres).
“Udah jelas aturannya yang bakal calon itu diusung, bukan pendukung, itu beda lho antara pengusung dan pendukung, oleh satu partai atau beberapa partai. Iya toh, aturannya ngono (begitu),” terang Mega.
Oleh karena itu, Megawati menyebut aneh dan gawat. Apakah parpol itu tidak punya kader, padahal jelas menghadapi pemilu semestinya juga dipersiapkan calonnya. Kalau tidak ada calon, lantas membangun partai itu apa tujuannya karena parpol itu adalah organisasi politik sehingga internal parpol harus mempersiapkan.
“Aneh-aneh wae, makannya sorry. Haduhh, gawat dah. Kan kalau kayak gini konotasinya sepertinya partai kayak enggak punya kader. Padahal jelas pemilu ada, calonnya harus ada. Pertanyaan saya, bikin partai itu untuk apa? Jangan lupa, partai itu organisasi parpol, internalnya harus mempersiapkan, saya enggak tahu kalau partai lain,” tukasnya.
(rca)
Lihat Juga :