Paspor Sebagai Simbol Kedigdayaan Negara dan Citra Suatu Bangsa
Senin, 13 Juli 2020 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Ranking tersebut tidak terdampak oleh lockdown di berbagai negara di dunia. Henley menyatakan ini merupakan saat tepat untuk melihat seberapa berartinya kebebasan bergerak seseorang. Pada pekan lalu, Uni Eropa (UE) membuka pintu perbatasan terhadal 14 negara sejak 1 Juli. Salah satu negara yang diperbolehkan UE memasuki kawasan Benua Biru ialah Jepang dan Korea Selatan.
“Sebagai langkah mencegah penularan, UE masih menutup diri terhadap AS dan Brasil menyusul buruknya penanganan wabah,” ujar Henley dikutip CNN. Secara resmi, AS berada diurutan ketujuh. Tapi, secara tidak resmi, kebebasan bergerak warga AS sama seperti warga Meksiko (ke-25) atau Uruguay (ke-28).
Begitu pun dengan Brasil (ke-19) yang kenyataannya sama dengan Paraguay (ke-35). Hal serupa juga sebenarnya dialami Singapura berada diurutan runner up. Kebebasan bergerak warganya sangat terbatas dibandingkan dengan negara teratas lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kota Amal)
Kepala Henley, Christian H. Kaelin, mengatakan dampak wabah virus korona sangat besar, terutama terhadap pergerakan orang di seluruh dunia. “Namun, pembukaan perbatasan yang dilakukan UE menunjukkan normalisasi sudah semakin dekat,” katanya. (Muh Shamil)
“Sebagai langkah mencegah penularan, UE masih menutup diri terhadap AS dan Brasil menyusul buruknya penanganan wabah,” ujar Henley dikutip CNN. Secara resmi, AS berada diurutan ketujuh. Tapi, secara tidak resmi, kebebasan bergerak warga AS sama seperti warga Meksiko (ke-25) atau Uruguay (ke-28).
Begitu pun dengan Brasil (ke-19) yang kenyataannya sama dengan Paraguay (ke-35). Hal serupa juga sebenarnya dialami Singapura berada diurutan runner up. Kebebasan bergerak warganya sangat terbatas dibandingkan dengan negara teratas lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kota Amal)
Kepala Henley, Christian H. Kaelin, mengatakan dampak wabah virus korona sangat besar, terutama terhadap pergerakan orang di seluruh dunia. “Namun, pembukaan perbatasan yang dilakukan UE menunjukkan normalisasi sudah semakin dekat,” katanya. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :