Kisah Letjen Agus Subiyanto Ditinggal Orang Tua Semasa Kecil hingga Ditendang Polisi Militer

Senin, 26 Desember 2022 - 12:14 WIB
loading...
A A A
Meskipun usianya saat itu sudah cukup besar, 19 tahun, tapi tak urung tubuh Agus menggigil di ruang kantor Dempom Cimahi. Sepatu bersol hitam dari bahan kulit keras bergerigi mendarat di perut, pinggang, dan tulang keringnya berulang-ulang.

Anehnya, tak sedikit pun Agus menunduk atau memalingkan kepala saat serangan ke tubuhnya bertubi-tubi. “Kutatap dalam-dalam lelaki yang menuntaskan emosinya itu. Dalam hati saya marah dan saya bilang: lihat saja nanti kalau saya jadi tentara,” kenangnya.

Kejadian ini merupakan titik balik dan menjadi awal bagi Agus mempunyai tujuan hidup. Dia ingin jadi tentara. Tendangan seorang polisi militer membangkitkan memori kepada almarhum ayah berikut pesan-pesan yang diterimanya, lebih khusus soal dorongan untuk berdinas di ketentaraan. “Kamu nanti masuk Akabri saja, Gus,” ungkap Agus menirukan ayahnya.

“Bapak bahkan sering menyebut keinginannya itu di depan keluarga dan saudara saudaranya.”

Setelah kejadian tersebut Agus banyak merenung. Di antara enam bersaudara hanya dia yang sering diminta ayahnya menjadi prajurit TNI. Sesampai di rumah dia berwudu dan salat. Air matanya menetes, terkenang ayahnya. Dia makin menyadari hidupnya kini telah sendiri, persisnya harus mandiri.

Teman-temanya dulu rata-rata melanjutkan kuliah ke luar daerah. “Sementara saya apa? Uang pun tak punya. Jangankan mau kuliah, bermimpi kuliah saja tidak berani. Makan saja susah kok, mau kuliah,” keluhnya.

Nasib harus direbut, demikian yang ada di benak Agus yang mulai memantapkan diri untuk mendaftar ke Sekolah Calon Bintara (Secaba). Sayangnya gagal di tangan panitia penentu akhir (pantukhir). Di titik ini, siapa pun akan merasa semakin terpuruk. Tidak terkecuali Agus.

Dia kemudian mencoba melamar kerja menjadi sekuriti yang juga ditolak. Bahkan lamaran keja berbekal ijazah SMA yang dia kirim ke berbagai perusahaan, termasuk mall, juga nihil. Tidak satu pun membuahkan hasil.

Nyatanya kegagalan beruntun tidak juga membuatnya menyerah. Menurut Agus, hanya takdir yang tak bisa berubah, tetapi nasib bisa diperjuangkan.

Selanjutnya Agus mulai mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Salat lima waktu tak pernah lagi dia tinggalkan, termasuk salat sunah seperti salat duha, tahajud berikut salat witirnya. Doa-doa terus dipanjatkan, meratap di hadapan Allah. Tak lupa dia juga berpuasa Senin-Kamis dengan rutin. “Mendekatkan diri kepada Allah saya lakukan terus-menerus biar tenang. Hingga pada akhirnya ada informasi jika ada penerimaan di Akademi Militer atau Akmil,” tuturnya.

Agus kemudian mendaftarkan diri ke Akmil dan lulus pada 1991. Selepas itu kariernya cukup cemerlang hingga berbagai jabatan strategis diemban, di antaranya adalah komandan Paspampres (2020-2021), panglima Kodam III/Siliwangi (2020-2022). Terakhir, dia diangkat menjadi wakil kepala staf Angkatan Darat hingga saat ini.

Meski begitu, Letnan Jenderal TNI Agus Subiyanto bukanlah orang yang dalam pepatah disebutkan sebagai kacang yang lupa pada kulitnya. Dia kini banyak membantu warga desa.

Dia bangun lapangan bola, jembatan, masjid, dan barbagai fasilitas umum lain. Agus juga sedikit pun tak memiliki rasa canggung saat bertemu para sahabat kecilnya, sanak saudara, dan tetangganya.

Dengan kawan, warga, dan masyarakat Agus berbaur, tidak melebarkan jarak. Salat bersama, kadang makan di terminal bersama teman-teman sepermainan dulu.

Bercanda dengan warga, menyusuri gang-gang sempit yang becek di kampungnya sudah biasa dia lakukan. “Jalani hidup mengalir seperti air dan tetap tenangkan jiwa kita agar bermanfaat bagi orang lain,” ucap Agus mengakhiri obrolan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Diplomasi Militer hingga...
Diplomasi Militer hingga Misi Kemanusiaan Bawa Donny Suharto Naik Pangkat Bintang 2
Selamat! 105 Pati TNI...
Selamat! 105 Pati TNI Naik Pangkat, Terbanyak dari Angkatan Darat
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko
7 Brigjen TNI Digeser...
7 Brigjen TNI Digeser ke Daerah usai Mutasi Februari 2026, Salah Satunya Wadan Seskoad
Rekomendasi
Stephanie Meyerson MCI...
Stephanie Meyerson MCI 13 Ramaikan PRJ 2026, Sapa Pengunjung hingga Perkenalkan Menu Kreasi Baru
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Berita Terkini
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Pelimpahan Perkara Febrie...
Pelimpahan Perkara Febrie Adriansyah Dinilai Jadi Ujian Integritas Kejaksaan
Gus Miftah Disebut Terima...
Gus Miftah Disebut Terima Rp100 Juta dalam Sidang DJKA, KPK Pertimbangkan Lakukan Penyitaan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved