Ichwan Sam Sang Administrator dan Mentor Organisasi Ulung
Senin, 26 Desember 2022 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Saya sering medapatkan mandat untuk menghadapi wartawan, ketika ada isu-isu aktual keagamaan yang ditanyakan, mewakili MUI, meski dari sisi usia masih sangat belia. Tidak jarang, isu-isu "berat" juga diamanahkan ke saya. Mas Ichwan mendelegasikan kewenangan kepada banyak orang, sesuai kompetensinya.
Merawat Kader, Menjaga Harmoni
Setidaknya, ada dua pelajaran penting yang saya peroleh dari Mas Ichwan dalam berorganisasi, khususnya saat berkhidmah di NU dan MUI; yaitu komitmen untuk merawat kader dan menjaga harmoni serta menghindarkan diri dari konfrontasi dan konflik.
Selalu ada sisi positif yang dilihat dalam berbagai dinamika organisasi. Ketika ada pengurus tidak aktif, dan ada yang protes akan ketidakaktifannya, beliau menasihatkan "lho, kalau tidak aktif justru memberi kesempatan sampeyan untuk lebih optimal berhidmah". Sebaliknya, kalau ada pengurus aktif, atau bahkan "terlalu aktif" sampai mengerjakan hal-hal yang bukan bidangnya, beliau bilang "ya malah bagus, punya semangat sehingga meringankan tugas yang lain".
Dalam distribusi tugas, beliau konsisten dengan asas representasi, dengan terus menjaga komunikasi dengan berbagai latar belakang ormas Islam yang berbeda.
Ketika penyusunan pengurus MUI, Mas Ichwan selalu menekankan dua hal; yaitu aspek kompetensi dan aspek keterwakilan atau representasi. Hal ini untuk menjaga kebersamaan dan harmoni, namun harus tetap dalam koridor profesionalitas dan keahlian sesuai bidang tugasnya.
Selamat jalan Mas Ichwan, amal jariyahmu akan mengalirkan pahala, menerangi alam kuburmu; menjadi pemberat timbangan kebaikanmu, dan mengantarmu dalam indahnya surga, jannatunnaim.
Merawat Kader, Menjaga Harmoni
Setidaknya, ada dua pelajaran penting yang saya peroleh dari Mas Ichwan dalam berorganisasi, khususnya saat berkhidmah di NU dan MUI; yaitu komitmen untuk merawat kader dan menjaga harmoni serta menghindarkan diri dari konfrontasi dan konflik.
Selalu ada sisi positif yang dilihat dalam berbagai dinamika organisasi. Ketika ada pengurus tidak aktif, dan ada yang protes akan ketidakaktifannya, beliau menasihatkan "lho, kalau tidak aktif justru memberi kesempatan sampeyan untuk lebih optimal berhidmah". Sebaliknya, kalau ada pengurus aktif, atau bahkan "terlalu aktif" sampai mengerjakan hal-hal yang bukan bidangnya, beliau bilang "ya malah bagus, punya semangat sehingga meringankan tugas yang lain".
Dalam distribusi tugas, beliau konsisten dengan asas representasi, dengan terus menjaga komunikasi dengan berbagai latar belakang ormas Islam yang berbeda.
Ketika penyusunan pengurus MUI, Mas Ichwan selalu menekankan dua hal; yaitu aspek kompetensi dan aspek keterwakilan atau representasi. Hal ini untuk menjaga kebersamaan dan harmoni, namun harus tetap dalam koridor profesionalitas dan keahlian sesuai bidang tugasnya.
Selamat jalan Mas Ichwan, amal jariyahmu akan mengalirkan pahala, menerangi alam kuburmu; menjadi pemberat timbangan kebaikanmu, dan mengantarmu dalam indahnya surga, jannatunnaim.
(kri)
Lihat Juga :