Deklarasi Cawapres 2024 di Tahap Akhir Dinilai Merepotkan Capres
Sabtu, 24 Desember 2022 - 07:16 WIB
loading...
Pendeklarasian calon wakil presiden (cawapres) 2024 di tahap akhir dinilai akan merepotkan calon presiden (capres). Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif IndoStrategic Ahmad Khoirul Umam menilai pendeklarasian calon wakil presiden ( cawapres ) 2024 di tahap akhir akan merepotkan calon presiden ( capres ). Menurut dia, jika masih ada koalisi yang terpikir untuk mendeklarasikan figur cawapresnya di ujung, berarti kurang berpikir strategis.
“Sebab, pendeklarasian cawapres di masa akhir akan memberikan ruang terbatas bagi capres untuk mengoptimalkan insentif elektoral yang bisa dikontribusikan cawapres pada potensi kemenangannya. Di saat yang sama, pendeklarasian cawapres di tahap akhir juga akan merepotkan capres jika ada respons negatif dari masyarakat dan serangan intens dari lawan politik,” katanya, Sabtu (24/12/2022).
Dia berpendapat bahwa deklarasi capres-cawapres 2024 lebih awal akan menghadirkan ruang dan waktu yang lebih terbuka bagi koalisi untuk mengokohkan sentimen positif dan memitigasi serangan mematikan dari lawan politik. “Ingat, masa kampanye hanya 75 hari. Maka potensi kemenangan bisa diperoleh pasangan capres-cawapres yang deklarasi lebih cepat, untuk mengokohkan basis pemilih loyal, memitigasi serangan, dan mempengaruhi swing voters secara lebih cepat dan efektif,” tuturnya.
Baca juga: Voxpol Center: Mayoritas Masyarakat Tidak Setuju Capres 2024 Harus Orang Jawa
“Sebab, pendeklarasian cawapres di masa akhir akan memberikan ruang terbatas bagi capres untuk mengoptimalkan insentif elektoral yang bisa dikontribusikan cawapres pada potensi kemenangannya. Di saat yang sama, pendeklarasian cawapres di tahap akhir juga akan merepotkan capres jika ada respons negatif dari masyarakat dan serangan intens dari lawan politik,” katanya, Sabtu (24/12/2022).
Dia berpendapat bahwa deklarasi capres-cawapres 2024 lebih awal akan menghadirkan ruang dan waktu yang lebih terbuka bagi koalisi untuk mengokohkan sentimen positif dan memitigasi serangan mematikan dari lawan politik. “Ingat, masa kampanye hanya 75 hari. Maka potensi kemenangan bisa diperoleh pasangan capres-cawapres yang deklarasi lebih cepat, untuk mengokohkan basis pemilih loyal, memitigasi serangan, dan mempengaruhi swing voters secara lebih cepat dan efektif,” tuturnya.
Baca juga: Voxpol Center: Mayoritas Masyarakat Tidak Setuju Capres 2024 Harus Orang Jawa
Lihat Juga :