Deklarasi Cawapres 2024 di Tahap Akhir Dinilai Merepotkan Capres

Sabtu, 24 Desember 2022 - 07:16 WIB
loading...
A A A
Dia menuturkan enam bulan berselang, pasca-pendeklarasian koalisi pertama oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) pada awal Juni 2022, hingga kini belum ada satu pun koalisi dan potensi koalisi yang mendeklarasikan pasangan capres-cawapresnya. “Mengingat Pemilu 2024 praktis tinggal 1 tahun dan masa kampanye pilpres dan pileg yang begitu pendek, hanya 75 hari menjelang 14 Februari 2024 mendatang, maka kecepatan deklarasi capres-cawapres yang diusung masing-masing koalisi akan menjadi faktor penting dalam menentukan kemenangan koalisi parpol pengusung capres-cawapres,” kata Dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas Paramadina, Jakarta ini.

Syaratnya, kata dia, deklarasi harus dilakukan segera dengan menetapkan pasangan capres-cawapres secara jelas. Kemudian, penetapan nama capres-cawapres koalisi itu penting untuk memberikan kepastian di internal koalisi masing-masing.

“Sehingga ruang negosiasi yang selama ini dibiarkan mengambang dan berbagai spekulasi yang belakangan ini dibiarkan berkembang, bisa segera terselesaikan. Jika kepastian internal koalisi bisa terselesaikan, masing-masing akan paham, siapa dapat apa? Siapa dapat apa? Who gets what?” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa rumusan dalam koalisi, pastinya ada political gains dan kompensasi. Menurutnya, kompensasi tidak harus logistik, tapi juga jatah portofolio di pemerintahan, melalui pembagian lebih jatah kue di kekuasaan.

“Partai-partai yang memiliki tokoh potensial namun tidak memiliki kapasitas logistik memadai, bisa mengkompensasi partai mitra koalisi lainnya dengan penambahan jatah kursi menteri, posisi duta besar, posisi komisaris, dan lainnya. Jika masing-masing telah memahami agenda kepentingan dan skema kompensasinya, maka mutual trust dan chemistry politik di masing-masing koalisi bisa terbangun semakin kuat,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
Usulan KPK soal Capres-Cawapres...
Usulan KPK soal Capres-Cawapres dari Kader Partai Dinilai Keliru
Lili Romli Nilai Buku...
Lili Romli Nilai Buku Ilmu Politik Boni Hargens Layak Jadi Referensi
Kerja Nyata Membanggakan,...
Kerja Nyata Membanggakan, Khofifah Berhasil Bangun Jatim Maju Berprestasi Pro Rakyat
Ketua KPU-Bawaslu Brebes...
Ketua KPU-Bawaslu Brebes Dicopot DKKP, Pengamat Politik Nilai Kursi Anggota DPR Ini Bisa Terancam Lengser
Trump akan Dihukum terkait...
Trump akan Dihukum terkait Pemilihan Umum 2020 Jika Tidak Menang Pilpres 2024
Rekomendasi
Polda Metro Patroli...
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Final Piala Dunia 2026:...
Final Piala Dunia 2026: Ribuan Suporter Terjebak Antrean
Berita Terkini
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved