Efek Gema Gangster
Kamis, 22 Desember 2022 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Beredar viralnya beragam informasi tentang aksi dan penangkapan gangster di sejumlah wilayah justru berpotensi menjadikan sejumlah remaja tertarik menjadi gangster. Kesan bahwa menjadi gangster itu keren bisa menimbulkan keinginan remaja tertarik mencoba. Beragam narasi tentang gangster di medsos yang keliru perlu dilawan dengan pesan-pesan tandingan yang positif.
Informasi terkait aksi gangster terus menggema dan menggelembung karena sistem algoritma di medsos akan terus menyajikan berita dan informasi yang paling sering diklik. Ketika para pengguna medsos itu pernah mengakses informasi tentang aksi gangster tertentu misalnya, informasi terkait hal itu akan secara otomatis terus menjejali konten pesan di ruang maya mereka. Hal ini persis dengan pola penayangan iklan online yang terus mencekoki iklan sejenis pada mereka yang pernah mencari produk iklan tertentu.
Kebiasaan orang mengakses materi tertentu di linimasa akan menentukan algoritma dalam membagi-bagikan materi serupa kepada pengguna tersebut. Ketika segala berita dan informasi tentang gangster itu viral dan banyak diakses orang, otomatis algoritma akan menyuplai informasi sejenis secara rutin pada mereka yang awalnya mengakses tema tersebut.
Sayangnya, sistem algoritma tak mampu memilah informasi yang terkirim itu baik atau buruk efeknya, valid atau tidak, berdasar fakta atau hanya abal-abal. Semua disajikan berdasarkan kata kunci (keyword) tertentu yang sering dicari oleh pengguna internet. Kondisi inilah yang mampu menciptakan ruang gaung dalam interaksi di dunia maya. Seperti halnya suara gaung di dunia nyata, efek gaung tentu dapat mendistorsi suara aslinya. Demikian halnya dengan gaung informasi di dunia maya, efeknya bahkan bisa langsung ke dunia nyata.
Imitasi
Maraknya berita dan informasi seputar aksi gangster yang terus menggema lewat medsos dapat memicu proses peniruan (imitasi) di kalangan remaja. Tak sedikit remaja yang turut terpanggil dan ikut turun ke jalan dan mencoba menjadi gangster. Rasa penasaran muncul karena efek gaung yang didengungkan lewat medsos. Efek echo chamber informasi aksi gangster mampu memengaruhi sejumlah remaja di tempat lain.
Aksi kebrutalan para gangster telah meresahkan banyak warga. Di sejumlah daerah, sekelompok anak muda telah beraksi bengis melukai korbannya. Para gangster yang kebanyakan berusia remaja itu melakukan aksi brutal demi menunjukkan eksistensi dirinya. Tak semua aksi gangster dengan tujuan merebut harta korban. Banyak di antara aksi gangster yang puas saat melihat korbannya terluka.
Informasi terkait aksi gangster terus menggema dan menggelembung karena sistem algoritma di medsos akan terus menyajikan berita dan informasi yang paling sering diklik. Ketika para pengguna medsos itu pernah mengakses informasi tentang aksi gangster tertentu misalnya, informasi terkait hal itu akan secara otomatis terus menjejali konten pesan di ruang maya mereka. Hal ini persis dengan pola penayangan iklan online yang terus mencekoki iklan sejenis pada mereka yang pernah mencari produk iklan tertentu.
Kebiasaan orang mengakses materi tertentu di linimasa akan menentukan algoritma dalam membagi-bagikan materi serupa kepada pengguna tersebut. Ketika segala berita dan informasi tentang gangster itu viral dan banyak diakses orang, otomatis algoritma akan menyuplai informasi sejenis secara rutin pada mereka yang awalnya mengakses tema tersebut.
Sayangnya, sistem algoritma tak mampu memilah informasi yang terkirim itu baik atau buruk efeknya, valid atau tidak, berdasar fakta atau hanya abal-abal. Semua disajikan berdasarkan kata kunci (keyword) tertentu yang sering dicari oleh pengguna internet. Kondisi inilah yang mampu menciptakan ruang gaung dalam interaksi di dunia maya. Seperti halnya suara gaung di dunia nyata, efek gaung tentu dapat mendistorsi suara aslinya. Demikian halnya dengan gaung informasi di dunia maya, efeknya bahkan bisa langsung ke dunia nyata.
Imitasi
Maraknya berita dan informasi seputar aksi gangster yang terus menggema lewat medsos dapat memicu proses peniruan (imitasi) di kalangan remaja. Tak sedikit remaja yang turut terpanggil dan ikut turun ke jalan dan mencoba menjadi gangster. Rasa penasaran muncul karena efek gaung yang didengungkan lewat medsos. Efek echo chamber informasi aksi gangster mampu memengaruhi sejumlah remaja di tempat lain.
Aksi kebrutalan para gangster telah meresahkan banyak warga. Di sejumlah daerah, sekelompok anak muda telah beraksi bengis melukai korbannya. Para gangster yang kebanyakan berusia remaja itu melakukan aksi brutal demi menunjukkan eksistensi dirinya. Tak semua aksi gangster dengan tujuan merebut harta korban. Banyak di antara aksi gangster yang puas saat melihat korbannya terluka.
Lihat Juga :