Kritis Pencemaran Lingkungan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Buruknya kualitas udara di kota besar tidak boleh dianggap remeh. Wilayah Jakarta Selatan misalnya, pada 2018 tercatat memiliki kualitas udara baik sebanyak 11 hari dalam satu tahun. Pada 2019, kualitas udara baik sebanyak 9 hari, dan pada 2020 belum ada indikasi yang menunjukkan kualitas udara baik.

Adapun indikator baik dan buruknya kualitas udara tersebut ditentukan berdasarkan PM 2,5 ug (unhealthy for sensitive group). Jika sudah seperti ini, tentunya permasalahan polusi udara tidak hanya menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi saja, tetapi juga ekologi seperti terjadinya perubahan iklim.

Selain masalah udara, masalah lain yang dihadapi masyarakat adalah buruknya kualitas air. World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mencatat, dari 550 sungai yang tersebar di seluruh Indonesia 82% kondisinya tercemar dan kritis. Tingginya tingkat pencemaran membuat airnya tidak layak untuk dikonsumsi. Sekitar 52 sungai strategis di Indonesia yang tercemar di antaranya Sungai Ciliwung di DKI Jakarta dan Sungai Citarum di Jawa Barat. (Baca juga: Salah Satu Editor televisi Swasta Ditemukan Tewas Mengenaskan di Pinggir Tol)

Bahkan, Jawa Timur pada akhir tahun lalu dikategorikan sebagai provinsi yang kritis dari aspek lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kondisi tersebut disebabkan pencemaran sungai dan polusi udara yang parah akibat sampah, limbah, dan asap buangan industri.

Indikator pencemaran itu dilihat dari kondisi Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang melintas di beberapa kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kualitas air semakin buruk. Berbagai macam parameter uji baik air maupun udara di provinsi itu sudah rata-rata di atas ambang normatif.

Sementara penelitian Bank Dunia menyebutkan, bakteri, kotoran, bahan kimia, dan plastik, dapat mengurangi oksigen dalam air dan meningkatkan toksisitas. Karena itu, sangat penting bagi rumah tangga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Jika sampah yang dibuang dari satu rumah tangga masuk ke sungai, maka sungai menjadi sangat kotor dan tercemar. Pendangkalan sungai pun terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir. Banjir mengalirkan air tercemar ke kawasan permukiman yang dapat menyebabkan wabah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lainnya. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)

Pemerintah juga perlu melakukan penyuluhan pembuangan limbah industri. Industri-industri yang mengeluarkan limbah cair hendaknya diberi penyuluhan agar mereka melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Perlu pengawasan ketat dari pemerintah karena sampai saat ini masih banyak industri yang membuang limbah cairnya begitu saja ke sungai. Mereka tidak menghiraukan dampak yang akan timbul pada masyarakat yang hidup di area sekitar industri.

Pemerintah perlu membuat peraturan yang tegas untuk pembuangan limbah beracun. Dengan peraturan yang ketat, maka para pelaku industri akan berpikir berulang kali untuk membuang limbah cairnya tanpa diolah. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Pengendalian Kebakaran...
Pengendalian Kebakaran Gambut, Wamenhut Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi ASEAN
Mengenal Konsep Green...
Mengenal Konsep Green Building dan Manfaat Penerapannya
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Rekomendasi
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Berita Terkini
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Jelang Pelimpahan Don...
Jelang Pelimpahan Don Ritto, Penyidik Polri Bawa Boks ke Kejagung
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
Infografis
Bantu Ekosistem Lingkungan,...
Bantu Ekosistem Lingkungan, Ini Peran Burung Kolibri untuk Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved