Kepala BSKDN Apresiasi Penilaian Innovative Government Award 2022 Rampung
Rabu, 14 Desember 2022 - 21:27 WIB
loading...
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam tahapan penilaian Innovative Government Award (IGA) 2022. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Yusharto Huntoyungo mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam tahapan penilaian Innovative Government Award (IGA) 2022 yang baru saja dirampungkan. Yusharto berpesan agar kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dapat diperkuat guna mengawal inovasi di daerah.
“Semoga apa yang telah kita ikhtiarkan bersama dalam mengawal inovasi daerah bisa memberi manfaat dalam mendorong daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yusharto saat memberikan sambutan dalam Rapat Sidang Tim Penilai IGA 2022, di Aula BSKDN Kemendagri, Rabu (14/12/2022).
Baca juga: Kepala BSKDN Kemendagri Minta Litbang Daerah Perhatikan RPJMD
Dalam IGA tahun ini, BSKDN kembali mengajak berbagai pihak untuk turut terlibat dalam setiap tahapannya. Pada pengukuran inovasi daerah misalnya, pihaknya telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna melakukan validasi dokumen dan quality control. “Upaya ini dilakukan untuk menjaga objektivitas, akuntabilitas, dan kualitas pengukuran (inovasi daerah),” ungkapnya.
Baca juga: Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
“Semoga apa yang telah kita ikhtiarkan bersama dalam mengawal inovasi daerah bisa memberi manfaat dalam mendorong daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yusharto saat memberikan sambutan dalam Rapat Sidang Tim Penilai IGA 2022, di Aula BSKDN Kemendagri, Rabu (14/12/2022).
Baca juga: Kepala BSKDN Kemendagri Minta Litbang Daerah Perhatikan RPJMD
Dalam IGA tahun ini, BSKDN kembali mengajak berbagai pihak untuk turut terlibat dalam setiap tahapannya. Pada pengukuran inovasi daerah misalnya, pihaknya telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna melakukan validasi dokumen dan quality control. “Upaya ini dilakukan untuk menjaga objektivitas, akuntabilitas, dan kualitas pengukuran (inovasi daerah),” ungkapnya.
Baca juga: Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Lihat Juga :