TNI AU Beri Pelatihan Survival bagi Jurnalis di Medan Perang
Rabu, 14 Desember 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Bintara Operasi dan Latihan (Baopslat) Wing 1 Pasgat Serka Amin Nur Hidayat mengatakan, seorang jurnalis yang meliput di daerah konflik setidaknya harus melengkapi diri dengan helm, body armor, elbow and knee pad.
“Ada kesamaan antara penembak runduk atau sniper di medan konflik dan jurnalis yang sedang meliput. Sniper kerjanya senyap mematikan, tapi Anda senyap menghasilkan, menghasilkan informasi atau gambar untuk dipublikasikan," kata Serka Amin.
Dalam kegiatannya, puluhan jurnalis menyaksikan simulasi peragaan bagaimana posisi jurnalis ketika bersama tentara di lokasi pecahnya pertempuran. Kemudian, para jurnalis nantinya akan dikenalkan pada atribut wajib pewarta yang berupa rompi anti peluru, helm pelindung kepala bahkan hingga sepatu aman.
Kegiatan pada hari ini ditutup dengan pengenalan bertahan hidup di lokasi hutan belantara. Metode pengenalan jenis makanan yang dapat dikonsumsi, penentuan arah mata angin, hingga tips dan trik menguliti binatang seperti ular maupun kelinci.
“Ada kesamaan antara penembak runduk atau sniper di medan konflik dan jurnalis yang sedang meliput. Sniper kerjanya senyap mematikan, tapi Anda senyap menghasilkan, menghasilkan informasi atau gambar untuk dipublikasikan," kata Serka Amin.
Dalam kegiatannya, puluhan jurnalis menyaksikan simulasi peragaan bagaimana posisi jurnalis ketika bersama tentara di lokasi pecahnya pertempuran. Kemudian, para jurnalis nantinya akan dikenalkan pada atribut wajib pewarta yang berupa rompi anti peluru, helm pelindung kepala bahkan hingga sepatu aman.
Kegiatan pada hari ini ditutup dengan pengenalan bertahan hidup di lokasi hutan belantara. Metode pengenalan jenis makanan yang dapat dikonsumsi, penentuan arah mata angin, hingga tips dan trik menguliti binatang seperti ular maupun kelinci.
(cip)
Lihat Juga :