MPR Dorong Pemerintah-Swasta Ambil Peran Bangun Wilayah Pesisir
Jum'at, 10 Juli 2020 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
"Justru masyarakat nelayan, masyarakat pesisir, masyarakat pulau-pulau kecil, kalau kita ukur dari kemampuan IPM-nya (Indeks Pembangunan Manusia), saya melihatnya terbelakang. Meskipun, saya sendiri bangga menjadi anak pulau kecil," kata pejabat asal Pulau Bawean, Gresik Jawa Timur ini.
Gus Jazil mengatakan, saat ini sudah ada Peraturan tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, ada juga Undang-Undang Kelautan. Selain itu, Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan juga sedang dibahas DPR dan menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.
"Hemat saya, hal yang penting adalah adalah implementasinya. Masyarakat hukum adat harus dibina sehingga memiliki kemampuan untuk melahirkan sumber daya yang unggul di masing-masing daerah pesisir atau kepulauan," tuturnya.
Karena itu, menurut dia, webinar ini akan menjadi bermakna jika ada tindak lanjut untuk pengembangan pulau-pulau kecil, sehingga masyarakat adat Bawean atau komunitas yang berkembang di Bawean memiliki pemberdayaan.
"Karena saya orang Bawean, tentu saya tahu betul bahwa tingkat ekonomi masyarakat Bawean, termasuk juga nelayan, kapasitas nelayan, keunggulan nelayan yang ada di Bawean itu belum memiliki keunggulan yang cukup untuk mampu mengelola sumber daya yang ada di pesisir Pulau Bawean," katanya.
Gus Jazil juga meminta Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Anggono yang juga menjadi pembicara dalam webinar tersebut untuk memasukan Bawean sebagai bagian dari pembangunan masyarakat pesisir.
Gus Jazil mengatakan, saat ini sudah ada Peraturan tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, ada juga Undang-Undang Kelautan. Selain itu, Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan juga sedang dibahas DPR dan menjadi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.
"Hemat saya, hal yang penting adalah adalah implementasinya. Masyarakat hukum adat harus dibina sehingga memiliki kemampuan untuk melahirkan sumber daya yang unggul di masing-masing daerah pesisir atau kepulauan," tuturnya.
Karena itu, menurut dia, webinar ini akan menjadi bermakna jika ada tindak lanjut untuk pengembangan pulau-pulau kecil, sehingga masyarakat adat Bawean atau komunitas yang berkembang di Bawean memiliki pemberdayaan.
"Karena saya orang Bawean, tentu saya tahu betul bahwa tingkat ekonomi masyarakat Bawean, termasuk juga nelayan, kapasitas nelayan, keunggulan nelayan yang ada di Bawean itu belum memiliki keunggulan yang cukup untuk mampu mengelola sumber daya yang ada di pesisir Pulau Bawean," katanya.
Gus Jazil juga meminta Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Anggono yang juga menjadi pembicara dalam webinar tersebut untuk memasukan Bawean sebagai bagian dari pembangunan masyarakat pesisir.
Lihat Juga :