Wapres Ingatkan Kaesang, Janji Nikahi Erina Berarti Berjanji Pada Allah
Sabtu, 10 Desember 2022 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Wapres dalam kesempatan itu mengatakan, bagi bangsa Indonesia sebenarnya ada perjanjian yang kuat yaitu perjanjian bangsa Indonesia untuk membangun NKRI dengan dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca juga: Candaan Wapres saat Beri Nasihat Pernikahan Kaesang-Erina: Kalau Suami Tidur Ngorok, Terimalah
"Walaupun tidak ada di dalam Al-Qur'an tapi menurut kita bangsa Indonesia itu adalah perjanjian yang kuat, karena itu kita katakan Al Mithaqul Wattani sebagai perjanjian kebangsaan dan Tanah Air dan kita sebut juga itu sebagai Mithakan Khalifah yang harus kita jaga dan kita pelihara," paparnya.
Ma'ruf Amin menjelaskan kenapa perjanjian suami istri dianggap perjanjian yang kuat seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil, dan dengan Nabi-Nabi. "Pertama karena perjanjian itu menyangkut kesepakatan untuk hidup bersama sepanjang masa. Kedua, sesungguhnya kata Syekh Nawawi Al Bantani perjanjian yang dilakukan oleh suami itu adalah perjanjian dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena yang mengambil janji sesungguhnya adalah bukan istri hanya perantara saja tapi janji itu kepada Allah SWT.
"Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan, takutlah kalian kepada Allah wahai suami dalam urusan perempuan karena kamu mengambil istri-istri kamu itu atas dasar amanat Allah," katanya.
Baca juga: Candaan Wapres saat Beri Nasihat Pernikahan Kaesang-Erina: Kalau Suami Tidur Ngorok, Terimalah
"Walaupun tidak ada di dalam Al-Qur'an tapi menurut kita bangsa Indonesia itu adalah perjanjian yang kuat, karena itu kita katakan Al Mithaqul Wattani sebagai perjanjian kebangsaan dan Tanah Air dan kita sebut juga itu sebagai Mithakan Khalifah yang harus kita jaga dan kita pelihara," paparnya.
Ma'ruf Amin menjelaskan kenapa perjanjian suami istri dianggap perjanjian yang kuat seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil, dan dengan Nabi-Nabi. "Pertama karena perjanjian itu menyangkut kesepakatan untuk hidup bersama sepanjang masa. Kedua, sesungguhnya kata Syekh Nawawi Al Bantani perjanjian yang dilakukan oleh suami itu adalah perjanjian dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena yang mengambil janji sesungguhnya adalah bukan istri hanya perantara saja tapi janji itu kepada Allah SWT.
"Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan, takutlah kalian kepada Allah wahai suami dalam urusan perempuan karena kamu mengambil istri-istri kamu itu atas dasar amanat Allah," katanya.
(abd)
Lihat Juga :