Survei Poltracking: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Tembus 73,2%
Kamis, 08 Desember 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Faktor lain, sambung dia, tren kenaikan kepuasan publik yakni karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan pemerintah untuk menekan dampak ekonomi akibat kenaikan harga BBM. Sebanyak (28,9%) publik menyatakan BLT merupakan program yang paling dirasakan manfaatnya. Program ini menjadi “jurus” pemerintah dalam mempertahankan kepuasan kinerja pemerintahan.
“Selain itu, ada program lainnya yang paling dirasakan manfaatnya seperti Kartu Indonesia Sehat (9,9%), Pembangunan jalan tol/jalan trans (7,8%), Kartu Pra Kerja (7,5%), dan Kartu Indonesia Pintar (6,2%),” jelasnya.
Diketahui, survei nasional ini dilakukan pada 21-27 November 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini 1,220 responden dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Baca juga: Jokowi Tinjau Rumah Contoh Tahan Gempa di Cianjur
Klaster survei ini menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data pemilih terakhir. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
“Selain itu, ada program lainnya yang paling dirasakan manfaatnya seperti Kartu Indonesia Sehat (9,9%), Pembangunan jalan tol/jalan trans (7,8%), Kartu Pra Kerja (7,5%), dan Kartu Indonesia Pintar (6,2%),” jelasnya.
Diketahui, survei nasional ini dilakukan pada 21-27 November 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini 1,220 responden dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Baca juga: Jokowi Tinjau Rumah Contoh Tahan Gempa di Cianjur
Klaster survei ini menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data pemilih terakhir. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
(kri)
Lihat Juga :