Terbongkar, Begini Cara Ferdy Sambo Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Rabu, 07 Desember 2022 - 15:27 WIB
loading...
Ferdy Sambo, terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jakarta Selatan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ferdy Sambo, terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J berinisiatif membuat rekayasa agar dirinya tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Hal itu Sambo ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Bharada E Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).
Saat itu, Sambo meminta Richard Eliezer alias Bharada E untuk menembak Brigadir J. Kemudian Bharada E menembak Brigadir J hingga tewas. "Itu kejadian cepat sekali, tidak sampai seperkian detik, cepat sekali penembakan itu. Saya kaget, kemudian saya sampaikan 'stop berhenti.' Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah berlumuran darah saya jadi panik yang mulia," tutur Sambo di muka sidang.
Baca juga: Bharada E Geleng Kepala dan Tertawa Dengar Kesaksian Ferdy Sambo
Setelah melihat jasad Brigadir J, Sambi mengaku tak tahu harus menyelesaikan perkara penembakan itu. Ia pun berinisiatif untuk membuat rekayasa tembak-menembak antar ajudan. "Kemudian saya berpikir dengan pengalaman saya, yang paling memungkinkan bahwa penembakan ini adalah tembak-menembak," tutur Sambo.
Hal itu Sambo ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Bharada E Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).
Saat itu, Sambo meminta Richard Eliezer alias Bharada E untuk menembak Brigadir J. Kemudian Bharada E menembak Brigadir J hingga tewas. "Itu kejadian cepat sekali, tidak sampai seperkian detik, cepat sekali penembakan itu. Saya kaget, kemudian saya sampaikan 'stop berhenti.' Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah berlumuran darah saya jadi panik yang mulia," tutur Sambo di muka sidang.
Baca juga: Bharada E Geleng Kepala dan Tertawa Dengar Kesaksian Ferdy Sambo
Setelah melihat jasad Brigadir J, Sambi mengaku tak tahu harus menyelesaikan perkara penembakan itu. Ia pun berinisiatif untuk membuat rekayasa tembak-menembak antar ajudan. "Kemudian saya berpikir dengan pengalaman saya, yang paling memungkinkan bahwa penembakan ini adalah tembak-menembak," tutur Sambo.
Lihat Juga :