Hadiri Seminar Kebudayaan Tionghoa Permasis, Said Aqil: Jaga Keharmonisan

Minggu, 04 Desember 2022 - 00:33 WIB
loading...
Hadiri Seminar Kebudayaan Tionghoa Permasis, Said Aqil: Jaga Keharmonisan
Moderator Fuidy Luckman, mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, dan Ketua Umum Permasis Lay Irianto setelah seminar selesai. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Persatuan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya (Permasis) menggelar Seminar Nasional Budaya Tionghoa dan Kebangsaan yang dihadiri oleh masyarakat umum, terkhusus mayoritas masyarakat asli Singkawang dan Sekitarnya yang tinggal di Jakarta . Kegiatan yang dilaksanakan di Hao Di Fang, TM Season City, Jakarta Barat.

Ketua Umum Permasis Lay Irianto mengucapkan, terima kasih kepada mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj sebagai narasumber tunggal. Dia berharap, semoga seminar ini menjadi berkah untuk semua. Baca juga: Koko Cici Indonesia Ujung Tombak Pelestarian Budaya Tionghoa di Nusantara

“Permasis berharap seminar ini menjadi berkah dalam kehidupan berpancasila dan bhinneka tunggal ika yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Seminar ini juga dipandu oleh Fuidy Luckman. Selaku moderator, Fuidy membuka sesi seminar ini dengan membuka sejarah etnis Tionghoa dan Bangsa Indonesia serta mengajak para audiens untuk sejenak refleksi historis yang membangun peradaban Indonesia melalui etnis Tionghoa.



Said mendukung penuh sinergitas budaya dan Tionghoa. Beliau juga menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyampaikan bagaimana menghargai perbedaan dan mampu membangun peradaban dan budaya sehingga menjadi komunitas yang bernilai dan bermatabat.

Said menyorot sejarah Tionghoa dan Keislaman di Tionghoa maupun di Indonesia. Makam-makam Sahabat Nabi Muhammad SAW di Tionghoa menjadi bukti ada ikatan histrois kuat antara etnis Tionghoa dan Keislaman di Indonesia serta penanaman multikultularisme. Dia mengajak para audiens multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.

“Jaga keharmonisan antara etnis, suku dan budaya, karena manusia mempunyai motivasi dalam menciptakan iklim persaudaraan hakiki yang dan berkembang atas dasar rasa kemanusiaan yang bersifat universal, dan pada dasarnya seluruh manusia di dunia adalah bersaudara,” terang Said Aqil. Baca juga: Masyarakat Tionghoa Peduli Bagikan Sembako untuk Veteran

Dia berharap, Permasis tidak menjadi komunitas yang menawarkan doktrin Agama, ditambah dengan ingin memasuki tahun politik 2024. Dia berharap, Permasis tetap menjadi komunitas berbasis agen sosial, dan agen perubahan.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3799 seconds (10.177#12.26)