PDIP: Rakyat Itu Terhormat Bukan Objek Jual Beli Suara
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Adian lalu bercerita panjang tentang apa yang dia lakukan di Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Anggota DPR ini menginisiasi warga untuk membentuk koperasi, sehingga dibolehkan menambang atas Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Pongkor yang dimiliki BUMN. Rakyat yang dulunya ditangkapi, setelah diorganisasi dilatih manajemen, tata cara menambang yang memenuhi standar keselamatan, dan kemudian bergabung di dalam koperasi. Koperasi dengan anggota yang telah dilatih tersebut kini sudah boleh menambang. Bahkan dalam 6 bulan ke depan, koperasi rakyat ini sudah akan mengolah sendiri.
"Saya lakukan bukan demi suara. Tapi sederhana, berbuat baik ke rakyat dan rakyat akan tahu siapa yang berbuat baik dengan tulus," ujar Adian.
Baca juga: PDIP Instruksikan Kader Turun ke Bawah untuk Menangkan Pemilu 2024
Begitu pun dengan pengorganisasian rakyat di Cileungsi untuk memiliki tanah yang dulu dikuasai oleh yayasan yang terafiliasi Soeharto. "Tanah tersebut setelah melalui perjuangan panjang, menjadi tanah untuk rakyat," ujar Adian.
Aktivis 98 ini juga memberi contoh di Lebak Wangi, Bogor. Rakyat desa diorganisasi untuk memanfaatkan waduk menjadi sumber penghidupan. Hasilnya, 144 warga desa bekerja di tempat itu, dengan 22 orang anak muda Karang Taruna digaji dari BumDes yang mengelolanya.
"Ini bukti bahwa ketika kita mau mengorganisasi rakyat desa menjadi subjek bukan objek, itu bisa. Rakyat harus jadi subjek bernegara, harus diorganisasi agar semakin besar keterlibatannnya dalam bernegara. Itulah tugas kita," kata Adian.
Sementara itu, Bane Raja Manalu memberi materi tentang komunikasi politik. Menurutnya, kemampuan mengorganisasi rakyat lewat berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat, harus sejalan dengan kemampuan berkomunikasi politik.
"Saya lakukan bukan demi suara. Tapi sederhana, berbuat baik ke rakyat dan rakyat akan tahu siapa yang berbuat baik dengan tulus," ujar Adian.
Baca juga: PDIP Instruksikan Kader Turun ke Bawah untuk Menangkan Pemilu 2024
Begitu pun dengan pengorganisasian rakyat di Cileungsi untuk memiliki tanah yang dulu dikuasai oleh yayasan yang terafiliasi Soeharto. "Tanah tersebut setelah melalui perjuangan panjang, menjadi tanah untuk rakyat," ujar Adian.
Aktivis 98 ini juga memberi contoh di Lebak Wangi, Bogor. Rakyat desa diorganisasi untuk memanfaatkan waduk menjadi sumber penghidupan. Hasilnya, 144 warga desa bekerja di tempat itu, dengan 22 orang anak muda Karang Taruna digaji dari BumDes yang mengelolanya.
"Ini bukti bahwa ketika kita mau mengorganisasi rakyat desa menjadi subjek bukan objek, itu bisa. Rakyat harus jadi subjek bernegara, harus diorganisasi agar semakin besar keterlibatannnya dalam bernegara. Itulah tugas kita," kata Adian.
Sementara itu, Bane Raja Manalu memberi materi tentang komunikasi politik. Menurutnya, kemampuan mengorganisasi rakyat lewat berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat, harus sejalan dengan kemampuan berkomunikasi politik.
Lihat Juga :