Gerakan Pakai Masker dan Upaya Rebranding Indonesia

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:53 WIB
loading...
A A A
Tujuan utama gerakan pakai masker adalah mengurangi jumlah korban karena pandemi Covid-19. Sebagai bonusnya kita dapat sekaligus melakukan “rebranding’ melalui Gerakan Pakai Masker. Kita akan mengubah persepsi bangsa lain terhadap Indonesia, dari bangsa yang dianggap gagal menangani pandemi, menjadi bangsa yang berhasil dalam penanganan pandemi. Di samping itu jika gerakan pakai masker berhasil akan dapat mencegah kemungkinan dilakukannya PSBB lagi di masa yang akan datang. Karena jika dilakukan lagi PSBB jelas akan membawa dampak lebih buruk pada perekonomian dan dunia bisnis. Jika kita melakukan PSBB lagi mungkin kita dapat menyelamatkan nyawa, tetapi kita tidak bisa menyelamatkan ekonomi.

Jika kita berhasil membalikkan keadaan dan mampu mengubah persepsi dunia terhadap negara kita, maka kita akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Apa saja keuntungan itu? Pertama, Indonesia akan menjadi negara pilihan teratas yang akan dikunjungi investor untuk melakukan transaksi bisnis, investasi dan perdagangan. Kedua, Indonesia akan menjadi negara pilihan pertama yang akan dikunjungi wisatawan asing. Ketiga, warga negara Indonesia akan dipermudah memasuki negara lain. Keempat, jemaah haji dan umroh Indonesia akan segera dizinkan masuk oleh pemerintah Arab Saudi.

Jika hal-hal di atas terjadi maka proses pemulihan perekonomian dijamin akan lebih cepat. Sektor Pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara kita, penyumbang devisa terbesar, penyedia lapangan pekerjaan yang besar, akan bangkit dan hidup kembali.

Kita semua tahu bahwa masih ada kelompok-kelompok tertentu di masyarakat kita, dan sedihnya juga ada kelompok yang berlatar belakang agama yang menganggap Covid-19 itu “hoax”, sebuah kebohongan, sebuah produk persekongkolan jahat dari negara tertentu, produk orang Komunis dan sebagainya. Tentu saja kita tidak bisa melarang orang yang masih beranggapan seperti itu. Persoalannya ialah hampir semua atau sebagian besar orang di dunia percaya covid itu ada. Bahkan Pemerintah Arab Saudi yang punya wewenang mengatur negara mana saja yang boleh mengirimkan Jemaah haji dan umroh, juga sangat percaya bahaya Covid-19. Kita tahu beberapa kali pemerintah Arab Saudi membolehkan dan kemudian melarang kembali sholat jamaah di Masijidil Haram dan Masjid Nabawi karena ada Jemaah yang positif Covid-19. kita perlu menanyakan kepada beberapa pemimpin kelompok tertentu yang masih menganggap Covid-19 sebagai kebohongan.

Jika pengikut Anda, atau masyarakat Anda tidak disiplin pakai masker sebagai satu-satunya cara untuk mencegah Covid-19, kemudian kita dinilai Pemerintah Arab Saudi tidak mampu menangani pandemi, dan ujungnya jamaah haji dan umroh Indonesia dilarang masuk ke Arab Saudi, apakah Anda berani mempertanggung jawabkan dunia dan akhirat?
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved