Unik! 3 Jenderal Lulusan Terbaik 1981 Kompak Jabat KSAD, KSAL, dan KSAU
Kamis, 01 Desember 2022 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan catatan akademis selama menempuh pendidikan militer, baik Moeldoko, Marsetio, dan Ida Bagus Putu Dunia merupakan generasi Adhi Makayasa. Jika mengacu rekam jejak militer, Moeldoko tentu paling cemerlang. Sebab, dia mencapai puncak karier sebagai Panglima TNI.
Untuk diketahui, Moeldoko hanya tiga bulan memegang jabatan KSAD. SBY memercayainya sebagai Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono. Moeldoko menjabat sebagai orang nomor satu di militer dalam kurun 2013-2015. Setelah pensiun, jenderal asal Kediri ini dipercaya Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.
Sementara itu Marsetio dikenal sebagai jenderal intelektual. Sebagian besar kariernya semasa perwira pertama dan menengah berada di kapal-kapal perang RI. Sinarnya terus mencorong.
“Setelah tak bertugas di kapal, berbagai jabatan strategis diembannya, mulai Asisten Operasi Panglima Koarmatim hingga Panglima Koarmabar,” kata Kresno Buntoro dalam buku “Lintas Navigasi di Nusantara Indonesia,” (halaman 455). Dia lantas dipromosikan sebagai Wakil KSAL (2010-2012) dan akhirnya dipercaya Presiden SBY sebagai KSAL (2012-2014).
Di Matra Udara, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia juga menuliskan tinta emas. Lulus dari pendidikan di Jogjakarta dengan predikat terbaik, penebang tempur A-4 Skyhawk ini pernah mengemban berbagai jabatan, antara lain Komandan Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin hingga Komandan Lanud Hasanuddin pada 2008.
Perwira Tinggi kelahiran Tabanan, Bali itu lantas dipromosikan sebagai Panglima Kosekhanudnas IV Biak (2010), sampai pada Gubernur AAU pada 2011. Kariernya terus melesat sebagai Komandan Sesko TNI pada 2012 dan akhirnya dipilih Presiden sebagai KSAU. Ida Bagus Putu Dunia saat itu menggantikan seniornya, Marsekal TNI Imam Sufaat yang merupakan lulusan AAU 1978.
Untuk diketahui, Moeldoko hanya tiga bulan memegang jabatan KSAD. SBY memercayainya sebagai Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono. Moeldoko menjabat sebagai orang nomor satu di militer dalam kurun 2013-2015. Setelah pensiun, jenderal asal Kediri ini dipercaya Presiden Jokowi menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.
Sementara itu Marsetio dikenal sebagai jenderal intelektual. Sebagian besar kariernya semasa perwira pertama dan menengah berada di kapal-kapal perang RI. Sinarnya terus mencorong.
“Setelah tak bertugas di kapal, berbagai jabatan strategis diembannya, mulai Asisten Operasi Panglima Koarmatim hingga Panglima Koarmabar,” kata Kresno Buntoro dalam buku “Lintas Navigasi di Nusantara Indonesia,” (halaman 455). Dia lantas dipromosikan sebagai Wakil KSAL (2010-2012) dan akhirnya dipercaya Presiden SBY sebagai KSAL (2012-2014).
Di Matra Udara, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia juga menuliskan tinta emas. Lulus dari pendidikan di Jogjakarta dengan predikat terbaik, penebang tempur A-4 Skyhawk ini pernah mengemban berbagai jabatan, antara lain Komandan Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin hingga Komandan Lanud Hasanuddin pada 2008.
Perwira Tinggi kelahiran Tabanan, Bali itu lantas dipromosikan sebagai Panglima Kosekhanudnas IV Biak (2010), sampai pada Gubernur AAU pada 2011. Kariernya terus melesat sebagai Komandan Sesko TNI pada 2012 dan akhirnya dipilih Presiden sebagai KSAU. Ida Bagus Putu Dunia saat itu menggantikan seniornya, Marsekal TNI Imam Sufaat yang merupakan lulusan AAU 1978.
(thm)
Lihat Juga :