Wakasad Hadiri Pembekalan Capaja Akademi TNI dan Akpol 2020
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Tak lupa Hadi juga menitipkan empat pesannya kepada Capaja. Yang pertama, agar para Capaja membulatkan tekad untuk memberikan yang terbaik terhadap bangsa dan negara. Yang kedua agar para Capaja TNI senantiasa memelihara idealisme TNI sebagai motivasi dalam mengemban tugas dan loyalitas yang lurus. Ketiga, agar Capaja menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri, serta komponen bangsa, dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. Serta keempat, Capaja diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan adaptasi di lingkungan tugasnya nanti. “Selanjutnya, tunjukkan prestasi sebagai perwira muda yang tangguh dan disiplin. Terakhir, ingat untuk mencapai cita-cita, harus diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan,” tandas Hadi. (Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto: TNI-Polri Aset Bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika)
Sementara dalam pembekalan puncak oleh Presiden RI, Joko Widodo menyoroti tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Mulai dari teknologi militer yang kian canggih, persenjataan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta tantangan cyber. Untuk menghadapi itu semua, presiden berpesan agar para Capaja Akademi TNI dan Polri 2020 dapat terus konsisten berpegang teguh pada ideologi negara. “Para calon Perwira TNI dan Polri, saya ingatkan, saudara-saudara harus konsisten pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, memiliki jiwa kesatria dan optimis pada kemajuan bangsa,” ujar Joko Widodo.
Tak lupa, Presiden juga berpesan agar para Capaja dapat merawat semangat persatuan dan kesatuan, serta memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat. “TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ke depan. Jangan lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua saudara-saudara semua. Beliau telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras untuk menjadikan saudara menjadi perwira,” lanjut Jokowi memotivasi para Capaja TNI-Polri.
Usai pembekalan Presiden, Panglima TNI menyampaikan dalam konferensi pers, pelantikan resmi akan dilaksanakan 14 Juli 2020 nanti di Istana negara. Pelaksanaannya akan dilakukan secara daring, hanya penerima penghargaan Adhi Makayasa dan perwakilan Perwira yang akan disumpah saja yang akan hadir. Sementara sisanya mengikuti acara secara virtual.
Panglima TNI berharap para Capaja harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, karena ancaman era modern adalah cyber, biologi dan kesenjangan. ”Palagan peperangan modern adalah yang ada di genggaman kita sendiri. Para Perwira Muda ini nantinya tidak langsung tugas, melainkan melaksanakan pendidikan spesialisasi dahulu, sebelum benar-benar terjun dalam kedinasan,” ucapnya.
Sementara dalam pembekalan puncak oleh Presiden RI, Joko Widodo menyoroti tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Mulai dari teknologi militer yang kian canggih, persenjataan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta tantangan cyber. Untuk menghadapi itu semua, presiden berpesan agar para Capaja Akademi TNI dan Polri 2020 dapat terus konsisten berpegang teguh pada ideologi negara. “Para calon Perwira TNI dan Polri, saya ingatkan, saudara-saudara harus konsisten pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, memiliki jiwa kesatria dan optimis pada kemajuan bangsa,” ujar Joko Widodo.
Tak lupa, Presiden juga berpesan agar para Capaja dapat merawat semangat persatuan dan kesatuan, serta memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat. “TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ke depan. Jangan lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua saudara-saudara semua. Beliau telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras untuk menjadikan saudara menjadi perwira,” lanjut Jokowi memotivasi para Capaja TNI-Polri.
Usai pembekalan Presiden, Panglima TNI menyampaikan dalam konferensi pers, pelantikan resmi akan dilaksanakan 14 Juli 2020 nanti di Istana negara. Pelaksanaannya akan dilakukan secara daring, hanya penerima penghargaan Adhi Makayasa dan perwakilan Perwira yang akan disumpah saja yang akan hadir. Sementara sisanya mengikuti acara secara virtual.
Panglima TNI berharap para Capaja harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, karena ancaman era modern adalah cyber, biologi dan kesenjangan. ”Palagan peperangan modern adalah yang ada di genggaman kita sendiri. Para Perwira Muda ini nantinya tidak langsung tugas, melainkan melaksanakan pendidikan spesialisasi dahulu, sebelum benar-benar terjun dalam kedinasan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :