Keluarga Korban Kanjuruhan Alami Intimidasi, Haris Azhar: Banyak yang Ingin Menutupi
Minggu, 20 November 2022 - 17:25 WIB
loading...
Penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, banyak yang berupaya menutupi peristiwa Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Baru-baru ini, muncul dugaan keras terkait adanya intimidasi terhadap keluarga korban tragedi Kanjuruhan , Malang. Hal itu, diketahui saat keluarga korban akan bertolak ke Jakarta.
Penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, adanya dugaan tersebut membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu yang berusaha menutupi kasus tersebut.
"Harusnya korban dilindungi dong bukan diintimidasi. Itu semakin membuktikan banyak yang ingin menutup-nutupi peristiwa Kanjuruhan," ujar Haris seusai menggelar diskusi KedaiKopi bertajuk “Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?” Minggu (20/11/2022).
Baca juga: 20 Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangi LPSK, Minta Perlindungan dan Restitusi
Haris menambahkan, jika ada menghalangi penyelidikan peristiwa tersebut, maka mereka bukan lagi disebut sebagai oknum. Namun, sindikat yang bermain di balik itu. "Oknum itu kalau dia tidak setujui, kalau banyak orang dan banyak tempat, berarti itu operasi." tandasnya.
Penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, adanya dugaan tersebut membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu yang berusaha menutupi kasus tersebut.
"Harusnya korban dilindungi dong bukan diintimidasi. Itu semakin membuktikan banyak yang ingin menutup-nutupi peristiwa Kanjuruhan," ujar Haris seusai menggelar diskusi KedaiKopi bertajuk “Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?” Minggu (20/11/2022).
Baca juga: 20 Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Datangi LPSK, Minta Perlindungan dan Restitusi
Haris menambahkan, jika ada menghalangi penyelidikan peristiwa tersebut, maka mereka bukan lagi disebut sebagai oknum. Namun, sindikat yang bermain di balik itu. "Oknum itu kalau dia tidak setujui, kalau banyak orang dan banyak tempat, berarti itu operasi." tandasnya.
Lihat Juga :