Masyarakat Terjerat Investasi Bodong dan Pinjol, Pakar: Persoalan Edukasi Literasi

Sabtu, 19 November 2022 - 13:55 WIB
loading...
Masyarakat Terjerat...
Masyarakat Indonesia, banyak yang terjebak dengan tawaran pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong, hal ini dikarenakan persoalan edukasi literasi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masyarakat Indonesia banyak yang terjebak dengan tawaran pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong, dikarenakan persoalan edukasi literasi. Hal ini dikatakan oleh Pakar Hukum Investasi, Kukuh Komandokodalam diskusi Polemik bertema Darurat Kejahatan Investasi Online yang diadakan oleh MNC Trijaya Network, secara daring, Sabtu (19/11/2022).

"Ini tanggung jawab OJK (Ototritas Jasa Keuangan) untuk memberikan edukasi. Edukasi masalah di sektor keuangan ini enggak gampang, ini terkait dengan masalah kebutuhan ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Basmi Pinjol Ilegal, OJK Minta Pinjol Legal Kasih Bunga Murah

Dia menjelaskan, dari segi hukum OJK memiliki aturan mengenai pinjaman berbasis teknologi yakni Peraturan OJK nomor 77 Tahun 2016.

Kemudian, dari segi struktur, Pemerintah Indonesia pun sudah baik kata Kukuh. Dalam mengawasinya terkait pinjol dan investasi online, Pemerintah memiliki Satuan Tugas (Satgas) waspada investasi OJK yang diisi oleh berbagai lembaga dan kementerian.

"Dari segi substansi, kita punya banyak regulasi yang mumpuni, ada POJK, KUHP dan pemerintah saat ini sedangkan siapkan Omnibus Law di sektor jasa keuangan, ini merupakan terobosan," kata Kukuh.

Baca juga: Saatnya Berantas Pinjol Ilegal

Menurut kukuh, indeks finansial yang tinggi tidak dibarengi dengan indeks edukasi literasi. Hal ini kata Kukuh, harinya direfleksikan dari kelakuan masyarakat terkait tanggungjawab pinjaman tersebut.

"Pinjol memberikan banyak kemudahan, cepat tidak perlu kasih colateral, tapi dibebankan intrest tinggi. Mereka udah sadar sebenarnya, 'oh kalau saya pinjam saya akan dikenakan beban bukan tinggi tapi ini solusi'. Ada dorongan Ekonomi itu, apakah kita lihat dorongan ekonomi itu orientasi nya yang primer, sekunder, atau tersier itu juga jadi soal," jelasnya.

Belakangan kata dia, jeratan investasi online dan pinjol juga menyasar ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini pun menurut Kukuh menandakan bahwa literasi keuangan mereka tidak dibarengi dengan literasi kebutuhan ekonomi.

"Mahasiswa mereka ada yang buat konsumtif, jadi buka kebutuhan primer yang mendesak. Kalau mereka pinjem buat bayar kuliah itu masih logis. Kalau untuk foya-foya yang sifatnya konsumtif, beli handphone mewah, motor yang harusnya, mereka enggak perlu perlu banget," katanya.

"Ini kembali lagi pada masalah edukasi mengenai kebutuhan ekonomi, tidak hanya memberikan kebutuhan edukasi literasi soal produk yang ditawarkan. Investasi online, transaksi berbasis teknologi tidak hanya itu, tapi mengedukasi masyarakat terkait mengenai masalah ekonomi mereka," tambahnya.

Di satu sisi lanjut Kukuh, terkadang masyarakat enggan mempelajari soal tawaran pinjol dan investasi. "Kita harus wajib curiga begitu kita ditawarkan satu produk investasi apapun itu mau konservatif, online yang memberikan timbal baik sangat tinggi. Underline-nya mereka tidak mau mempelajari itu," tuturnya.

Terkait dengan investasi diapun memberikan masukan. Di investasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang misalnya, masyarakat wajib was-was dengan tawaran pendapatan yang sangat tinggi.

(Sektor IKNB, produk yang ditawarkan income (income) yang tinggi, banyak masalah," ungkapnya.

Kemudian di sektor perbankan yakni deposito. Kukuh mengungkapkan parameternya yang paling mudah yakni besaran dari suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Katakanlah LPS di 6 persen ya berarti kita taro deposito jangan lebih dari itu atau sama dengan suku bunga LPS. Kalo ada tawaran itu, tetapi harus di cek, pendalaman," katanya.

Diketahui, dalam diskusi ini turut dihadiri oleh anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad, Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Nasional RI (BPKN RI), Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dan Pakar IT Bona Simanjuntak. Acara ini dipandu oleh Margi Syarif.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
KPK Pamer Uang Rampasan...
KPK Pamer Uang Rampasan Rp300 Miliar: Dititipkan ke Rekening Penampungan
Cegah Umat Terjerat...
Cegah Umat Terjerat Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid
Mantan Dirut IIM Ekiawan...
Mantan Dirut IIM Ekiawan Heri Divonis 9 Tahun Penjara
Soroti Dampak Sosial...
Soroti Dampak Sosial Judi Online, PPATK: Pemerintah Perlu Bersikap Lebih Keras Berantas Judol
Curi Barang Bukti Investasi...
Curi Barang Bukti Investasi Bodong, Mantan Jaksa Kejari Jakbar Divonis 7 Tahun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Rekomendasi
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved