Gempa Megathrust di Selatan Jawa Diprediksi Berulang Setiap 400 Tahun, Magnitudo 8,8
Selasa, 15 November 2022 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penelitian, zona megathrust selatan Jawa dibagi dua, segmen barat dan timur. Jika pecah satu-satu, segmen barat kekuatannya 8,8 dan timur 8,9. Namun jika dipecah langsung magnitudonya sekitar 9,1. "Dia bisa sampai itu dengan periode akumulasi energi 400 tahun," kata Aam.
Meski begitu, katanya, hingga saat ini belum bisa melihat pola yang pasti terhadap terjadinya pengulangan aktivitas megathrust di selatan Jawa.
"Memang adalah historis 1818, 1836, tapi yang segmen selatan Jawa itu 1994 di Banyuwangi selatan Jawa Timur dan 2006 di selatan Jawa Barat di Pangandaran. Tapi ini kekuatan gempanya tidak terlalu besar di bawah (M) 8. Sedangkan selatan Jawa itu adalah zona megathrust," ungkap Aam.
Baca juga: Gempa 5,4 M Dirasakan di Garut hingga Kebumen, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan
Ia lalu membandingkan pola megathrust yang terjadi di zona Selat Makassar dan Selat Maluku. Ada zona-zona yang periode ulangnya itu lebih singkat. "Misalkan di zona Selat Makassar, zona perulangan yaitu 1927 kemudian 1968, 1996, dan 2018 artinya 30 tahun, 30 tahun, 30 tahun. Ini yang terjadi di Palu dan sekitarnya," katanya.
Meski begitu, katanya, hingga saat ini belum bisa melihat pola yang pasti terhadap terjadinya pengulangan aktivitas megathrust di selatan Jawa.
"Memang adalah historis 1818, 1836, tapi yang segmen selatan Jawa itu 1994 di Banyuwangi selatan Jawa Timur dan 2006 di selatan Jawa Barat di Pangandaran. Tapi ini kekuatan gempanya tidak terlalu besar di bawah (M) 8. Sedangkan selatan Jawa itu adalah zona megathrust," ungkap Aam.
Baca juga: Gempa 5,4 M Dirasakan di Garut hingga Kebumen, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan
Ia lalu membandingkan pola megathrust yang terjadi di zona Selat Makassar dan Selat Maluku. Ada zona-zona yang periode ulangnya itu lebih singkat. "Misalkan di zona Selat Makassar, zona perulangan yaitu 1927 kemudian 1968, 1996, dan 2018 artinya 30 tahun, 30 tahun, 30 tahun. Ini yang terjadi di Palu dan sekitarnya," katanya.
Lihat Juga :