Kasus Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Bidik Tersangka Baru

Senin, 14 November 2022 - 07:24 WIB
loading...
Kasus Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Bidik Tersangka Baru
KPK terus mengembangkan dalam kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru dan kpk membuka peluang menjerat tersangka baru dalam kasus tersebut. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru. KPK membuka peluang menjerat tersangka baru dalam kasus tersebut, setelah adanya bukti permulaan yang cukup.

"Bila ada fakta hukum baru keterlibatan pihak lain tentu KPK tak segan tetapkan pula sebagai tersangka dalam perkara tersebut," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (14/11/2022).

Belakangan, KPK memang kerap memeriksa saksi dari sejumlah pejabat perguruan tinggi negeri, mulai dari dosen hingga rektor. Dari pemeriksaan para saksi tersebut, KPK mendalami soal penerimaan calon mahasiswa baru.

Baca juga: Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Geledah Fakultas Kedokteran Unila

Ali mengakui, pemeriksaan saksi dari sejumlah pejabat perguruan tinggi negeri tersebut dalam rangka pengembangan perkara suap yang menjerat Rektor nonaktif Universitas Lampung (Unila), Karomani (KRM). KPK butuh keterangan yang para saksi tersebut agar penyidikan komprehensif.

"Agar penyidikan yang kami lakukan ini komprehensif tentu membutuhkan keterangan saksi yang relevan," ungkap Ali.

"Keterangan para saksi tersebut dibutuhkan sebagai upaya KPK terus kembangkan petunjuk dan alat bukti lain yang KPK miliki saat ini," sambungnya.

Baca juga: Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, KPK Bidik Para Penyuap Rektor Unila

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor nonaktif Unila, Karomani (KRM).

Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi Desfiandi, tersangka pemberi suap.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3666 seconds (11.252#12.26)