Berkaca dari Kasus Gagal Ginjal Akut, Pengawasan Obat Perlu Diperketat

Kamis, 10 November 2022 - 02:17 WIB
loading...
Berkaca dari Kasus Gagal...
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menilai pengawasan obat harus diperketat. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menilai pengawasan obat harus diperketat. Hal tersebut berkaca pada kasus gagal ginjal akut yang banyak merenggut nyawa anak-anak.

Diketahui, Rancangan Undang-Undang tentang Makanan dan Obat untuk memperkuat posisi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2022. Saat ini, pembahasannya sudah pada tahapan harmonisasi di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Pengawasan obat, makanan, dan minuman diharapkan bakal semakin diperketat dengan adanya undang-undang itu nantinya, sehingga tidak ada lagi kasus gangguan ginjal akut ke depannya. Selain itu, pembenahan di tahapan perizinan juga dinilai penting.

Baca juga: Bareskrim Periksa 3 Pemasok EG dan DEG Penyebab Gagal Ginjal Akut



"Ke depan juga perizinan harus semakin diperketat monitoring, evaluasi, dan pengawasan di lapangan atau bahasa sederhananya post market, pengawasannya harus ditingkatkan, sehingga jangka panjang tata kelola prosedur terhadap pengawasan obat dan makanan saya kira akan diperbaiki lagi," kata Rahmad Handoyo, Rabu (9/11/2022).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap, tidak ada lagi kebijakan yang bolong-bolong dan membuat BPOM tidak bisa mengakses bahan-bahan baku atau kandungan bahan baku yang diimpor oleh importir melalui Kementerian Perdagangan. Rahmad menilai harus ada harmonisasi kebijakan dan perbaikan dengan melibatkan BPOM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
DPR Bersama Serikat...
DPR Bersama Serikat Pekerja IMPPI Bahas Penguatan Perlindungan PMI
846 Rumah Sakit Pemerintah...
846 Rumah Sakit Pemerintah Masih Minim Sarana dan Prasarana
Dukung Penghapusan Tunggakan...
Dukung Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto: Langkah Progresif
Tio Pakusadewo Dilarikan...
Tio Pakusadewo Dilarikan ke Rumah Sakit, Ternyata Idap Penyakit Ini
Kisah Atlet Gagal Ginjal...
Kisah Atlet Gagal Ginjal dan Harapan Baru Lewat Terapi CAPD
Perjuangan Panjang Vidi...
Perjuangan Panjang Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal, Ini Fakta Penting tentang Penyakitnya
Rekomendasi
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik, Beckham Putra Tulis Pesan Motivasi
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved