DMI Dorong Indonesia Jadi Pelopor Peradaban Baru di Dunia
Selasa, 08 November 2022 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
"Pada kesempatan kongres yang mulia ini, kita sedang kumpul di sini, kita menjadi nakhoda, kita betul-betul mempersiapkan ini untuk naik ke perahu besar Indonesia berlayar menuju Indonesia demografi 2030, jangan sampai kita ketinggalan," ujar mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) ini.
Syafruddin juga mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren selalu menjaga para santri agar tidak terpengaruh dengan perubahan kultur. "Oleh karena itu, kultur itu jangan sampai berubah ke satu kawasan, ke satu zona di Barat atau Eropa sekarang sedang menuju ke Islam. Jangan sampai Asia menuju ke luar Islam atau sekuler. Oleh karena itu, kita punya tanggung jawab yang sangat besar," katanya.
Mantan Wakapolri ini memandang bahwa dunia benar-benar sedang mengalami pergeseran peradaban karena pandemi Covid-19 serta adanya perang Rusia-Ukraina.
"Akhirnya gandum susah, gas susah, yang akhirnya disimpulkan oleh pemuka dunia tahun depan akan menjadi tahun gelapnya ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia jangan jadi ikut gelap. Biar di Eropa sana, (Indonesia menjadi bagian) yang mempertahankan isi dari perahu besar, emas bagi Indonesia untuk menyalip bangsa-bangsa yang telah maju," kata Syafruddin.
Syafruddin juga mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren selalu menjaga para santri agar tidak terpengaruh dengan perubahan kultur. "Oleh karena itu, kultur itu jangan sampai berubah ke satu kawasan, ke satu zona di Barat atau Eropa sekarang sedang menuju ke Islam. Jangan sampai Asia menuju ke luar Islam atau sekuler. Oleh karena itu, kita punya tanggung jawab yang sangat besar," katanya.
Mantan Wakapolri ini memandang bahwa dunia benar-benar sedang mengalami pergeseran peradaban karena pandemi Covid-19 serta adanya perang Rusia-Ukraina.
"Akhirnya gandum susah, gas susah, yang akhirnya disimpulkan oleh pemuka dunia tahun depan akan menjadi tahun gelapnya ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia jangan jadi ikut gelap. Biar di Eropa sana, (Indonesia menjadi bagian) yang mempertahankan isi dari perahu besar, emas bagi Indonesia untuk menyalip bangsa-bangsa yang telah maju," kata Syafruddin.
(abd)
Lihat Juga :