LSI Denny JA: 74% Kondisi Ekonomi Masyarakat Memburuk

Selasa, 07 Juli 2020 - 18:59 WIB
loading...
LSI Denny JA: 74% Kondisi...
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat merilis hasil survei bertajuk Kecemasan Publik Di Zona Merah? di Jakarta, Selasa (7/7/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 menimbulkan turunnya perekonomian mayoritas masyarakat. Hasil riset yang dilakukan LSI Denny JA , kecemasan publik terhadap kondisi ekonomi berada di zona merah.

Sebesar 74,8 % publik menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka saat pandemi virus corona lebih buruk dan bahkan jauh lebih buruk dibandingkan masa sebelum COVID-19. Hanya 22,4% yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah dibandingkan masa sebelum COVID-19. Dan hanya di bawah 2,2% yang menyatakan kondisi ekonomi mereka lebih baik.

Survei tersebut dilakukan LSI Denny JA secara tatap muka pada 8-15 Juni 2020, menggunakan 8.000 responden di 8 provinsi besar di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Provinsi Bali. Sementara margin of error sekitar 2,05 %. Survei menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview) untuk memperkuat temuan dan analisa.(Baca juga: LSI Denny JA: Kecemasan Ekonomi Lampaui Kecemasan Covid-19 )

"Mereka yang menyatakan kondisi ekonomi buruk merata di hampir semua segmen. Baik mereka yang kelas ekonomi atas maupun wong cilik, berpendidikan tinggi maupun rendah, tua maupun muda, dan semua konstituen partai politik," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat merilis hasil survei bertajuk Kecemasan Publik Di Zona Merah? di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Pada segmen ekonomi, semakin rendah tingkat ekonominya semakin tinggi persepsi bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Pada segmen ekonomi bawah, mereka yang menyatakan ekonomi memburuk sebanyak 81,3%. Sementara mereka yang merasa ekonomi tak berubah sebesar 15,8%. Tak hanya segmen ekonomi bawah, pada segmen ekonomi atas, mereka yang berpendapatan di atas Rp4,5 juta/bulan, sebanyak 59,9% menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Namun terdapat 37,3% responden yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah.

Pada segmen pendidikan, semakin rendah tingkat pendidikan semakin tinggi pula persepsi bahwa ekonomi mereka memburuk. Pada segmen mereka yang terpelajar, pernah kuliah atau di atasnya, mereka yang menyatakan ekonomi buruk sebanyak 62,5%. Sementara mereka yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah sebanyak 34,3%. Pada segmen pendidikan rendah, mereka yang hanya lulus SD atau dibawahnya, sebanyak 78,8% menyatakan kondisi ekonomi mereka memburuk. "Dan hanya sebesar 18,4% yang menyatakan kondisi ekonomi mereka sama saja atau tidak berubah," kata Ardian Sopa.(Baca juga: Selama COVID-19, Angka Pengangguran di Cimahi Naik 12 Persen )

Pada segmen gender, baik laki-laki maupun perempuan, rata-rata di atas 70% yang menyatakan bahwa ekonomi mereka memburuk. Pada segmen penganut agama, rata-rata di atas 70%, di semua penganut agama yang menyatakan bahwa ekonomi mereka memburuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Rekomendasi
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Ashanty Curhat Soal...
Ashanty Curhat Soal Hijrah, Akui Sempat Tergoda Lepas Hijab
Berita Terkini
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved