KAHMI Perlu Ambil Peran Strategis Atasi Ancaman Krisis Pangan
Sabtu, 05 November 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
“Jika terpilih menjadi pimpinan kolektif KAHMI, maka salah satu yang akan kami jadikan isu utama adalah soal pangan. Sebab itu menjadi diskursus penting yang harus diketahui publik,” tutur Prof Imam.
Dia menilai krisis pangan telah menjadi isu yang sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi dunia. Perubahan iklim dan berbagai konflik geopolitik turut memberi kontribusi besar terhadap logistik dan distribusi pangan di seluruh dunia.
“Persoalan pangan, termasuk energi akan mengancam kehidupan kemanusiaan kalau tidak diselesaikan,” imbuhnya.
Menurutnya, bangsa ini tidak tidak boleh bergantung pada negara-negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Adanya sejumlah komoditas pangan yang masih harus diimpor sangat disayangkan, sehingga mempengaruhi neraca perdagangan negara.
“Sejumlah komoditas masih kita impor, seperti kedelai, daging, jagung, dan bawang putih. Ke depan semua itu harus ikuti jejak beras yang sudah tiga atau empat tahun ini sudah tidak impor lagi alias kita sudah swasembada beras,” ujarnya.
Dia menilai krisis pangan telah menjadi isu yang sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi dunia. Perubahan iklim dan berbagai konflik geopolitik turut memberi kontribusi besar terhadap logistik dan distribusi pangan di seluruh dunia.
“Persoalan pangan, termasuk energi akan mengancam kehidupan kemanusiaan kalau tidak diselesaikan,” imbuhnya.
Menurutnya, bangsa ini tidak tidak boleh bergantung pada negara-negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Adanya sejumlah komoditas pangan yang masih harus diimpor sangat disayangkan, sehingga mempengaruhi neraca perdagangan negara.
“Sejumlah komoditas masih kita impor, seperti kedelai, daging, jagung, dan bawang putih. Ke depan semua itu harus ikuti jejak beras yang sudah tiga atau empat tahun ini sudah tidak impor lagi alias kita sudah swasembada beras,” ujarnya.
Lihat Juga :